Impek 2023
Impek 2023
Impek 2023
Impek 2023

Plt. Bupati JR Resmikan Rumah Produksi Kelompok Tani Yapareke Poumako, Diharap Hasilkan Produk Bernilai Tinggi

 Plt. Bupati JR Resmikan Rumah Produksi Kelompok Tani Yapareke Poumako, Diharap Hasilkan Produk Bernilai Tinggi

Timika, Tabukanews.com - Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob (JR), meresmikan rumah produksi Kelompok Tani Hutan (KTH) Yapareke, di Kampung Pomako, pada Selasa (06/12/2022).  Rumah produksi KTH Yapareke didirikan bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Mimika, dan Yayasan Ekologi Sahul Lestari serta Bank Papua melalui dana kemitraan CSR.

Dalam sambutannya JR mengatakan peresmian ini merupakan wujud dari mimpi bersama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat kecil dan menengah di Kabupaten Mimika. Pemerintah terus menggalakkan produk-produk khas Mimika sehingga bisa merambah pasar baik nusantara maupun antar negara. 

“Dalam dua bulan terakhir kita terus genjot produk UMKM. Sampai saat ini sudah ada 21 Outlet UMKM yang berdiri dengan berbagai macam produk yang dihasilkan, diantaranya Kripik Tambelo yang banyak diminati, kemudian olahan buah merah, dan saat ini ada produk olahan mangrove (bakau)” ujarnya

Lagi katanya, yang menjadi kendala selama ini adalah pemasaran. “Produksi sudah banyak tapi pemasarannya susah, akibatnya produksi menumpuk tidak laku,” sebutnya.

Untuk marketing produk UMKM, Plt Bupati JR menyerahkan kepada asosiasi Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Mimika untuk menangani hal tersebut. Tugas Kadin dalam hal marketing dinilai memegang peranan vital guna suksesnya ekonomi kerakyatan dari UMKM.

Selain itu, JR juga mengingatkan pentingnya mengembangkan hasil alam untuk peningkatan ekonomi masyarakat. “Ini penting karena hasil alam Mimika melimpah. Selama ini kita hanya mengharapkan PTFI. Mangrove di Mimika luar biasa, jenisnya paling banyak di Indonesia, yang tingginya (pohon) 50 meter ke atas, sehingga bisa digunakan untuk menghasilkan produk bernilai tinggi,” sebutnya.

JR juga menekankan pentingnya pelatihan bagi para pelaku usaha, berikut dengan pengurusan  izin usaha, dan juga pengemasan yang baik sehingga mutu produk UMKM terjamin. “Pemerintah tidak bisa kerja sendiri, harus kolaborasi dengan pihak swasta,” tuturnya.

Tahun depan pemerintah mencanangkan UMKM di bidang pengelolaan sampah. Untuk mengatasi masalah sampah di Mimika perlu ada UMKM untuk mengelola sampah, dengan menjadikan limbah sampah menjadi produk bernilai tinggi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Mimika, Maryana Hamadi, dalam sambutannya mengatakan dinas yang dipimpinnya selama ini melakukan pembinaan pemberdayaan masyarakat lewat pengembangan hasil hutan bukan kayu. 

"Telah terbangun satu rumah produksi kolaborasi bersama CDK, Yayasan Sahul Lestari, dan Bank Papua. Kami sadar bahwa tidak bisa mengerjakan sendiri, jadi kami menggandeng pihak swasta untuk berkolaborasi mendirikan rumah produksi ini," katanya. 

Dinas Kehutanan melakukan pembinaan kepada kelompok-kelompok usaha dari tahun 2014 dengan kelompok binaan di Kampung Kaugapu berupa produk sagu. Di tahun 2020 Dinas Kehutanan meresmikan rumah produksi daun teh di Kampung Pigapu. 

Ia berharap program itu turut didukung OPD-OPD di lingkup Pemkab Mimika dalam hal pemasaran dan promosi. "Pada pameran UMKM di Eme Neme lalu, sudah bekerjasama dengan pihak hotel sehingga saat ini produk UMKM sudah tersedia di hotel-hotel dan supermarket," ungkapnya.

Maryana menjelaskan Kelompok Tani Yapareke sudah mengantongi Surat izin PRT dan juga punya label jadi bisa dijual di supermarket.

Di tempat yang sama, Kepala Bank Papua Cabang Timika, Alesander Iwan, mengatakan keikutsertaan pihaknya dalam program kolaborasi pembinaan UMKM ini sebagai bentuk kepedulian Bank Papua terhadap industri kreatif masyarakat.

"Kenapa Bank Papua mau ikut binaan CDK, menurut kami industri rumah tangga ini kreatif, unik, sehingga kami support. Kami berharap produk ini bisa dikenal masyarakat Mimika, Papua dan Papua Barat. Kita mulai bertahap dari hal-hal yang kecil. Bank Papua akan terus mendampingi dalam hal pendampingan dan pembinaan, semoga ini menjadi manfaat untuk semuanya," katanya. 

Adapun Produk yang dihasilkan Kelompok Tani Yapareke berupa daun mangrove untuk kesehatan, juga ada lulur, cemilan dodol, stik, abon dan lain-lain. 

Pada acara itu, usai sambutan-sambutan dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan penyerahan kunci kepada rumah produksi kelompok Tani Yapareko diterima oleh Maria Pedes.(dezy)

 

Tentang Kami

Memberikan informasi yang benar karena kami Berpihak Pada Kebenaran yang Jernihnya Nyata