Main Area

pesparawi xiii
Klemen Tinal, Wakil Gubernur Propinsi Papua

Main

Pelaku Pembuat Milo Akui Sehari Suling Hasilkan 20 Liter


Timika, TabukaNews.com - Seorang pelaku pembuat minuman keras lokal (milo) berinisial MW (28) mengakui dalam sehari melakukan penyulingan milo mendapatkan 20 liter.

Dari 20 liter tersebut, dalam sehari MW memasarkan dengan meraup untung sebesar Rp2 juta. Dari keterangan MW yang baru enam bulan berada di Timika, bahwa pabrik yang dijadikan tempat penyulingan berada didalam hutan yang berlokasi di Mapurujaya, Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur. Sehingga dari hasil keterangan MW, anggota Polres Mimika yang dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw dengan didampingi Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK langsung melakukan penggerebekan dilokasi tersebut pada Minggu (21/6).

Dari hasil penggerebekan tersebut, didapatkan sejumlah barang bukti berupa alat penyulingan berupa pipa, 8 buah drum, skop, tali tambang, 20 buah jarigen yang ukuran 5 liter, 10 dan 20 liter. Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, menyampaikan bahwa dari hasil keterangan pelaku cara pembuatan milo cukup ruwet, namun hasilnya menjanjikan.

"Karena harga jualnya sekarang satu botol aqua dikampung itu harganya Rp50 ribu. Tapi kalau harga dikota bisa dua kali lipat bahkan lebih apalgi yang ukuran besar seperti 5 liter dan lain sebagainya itu jumlahnya bisa 10 kali lipat,"ungkapnya

Dengan adanya hal seperti ini, Kapolda berharap kepada Kapolres bersama jajarannya dan perangkat desa harus serius menanganinya. "Memang hari-hari sering terjadi kekacauan itu akibat dari minuman lokal ini,bukan minuman pabrik," kata Kapolda.

Diterangkan Kapolda, miras itu ada dua sumber ,yang pertama itu adalah miras pabrikan yang mana memang dibuat dibeberapa wilayah lain dan sudah ada ijinnya dan ketentuannya, seperti ada distributor, sub distributor, pengecer dan lain sebagianya.

"Tapi miras yang non pabrikan ini memang sedikit sulit untuk kita tangani,karena prosesnya didalam hutan sehingga jauh. Milo ini tidak ada tagar alkohol dan etanolnya, dan ini membahayakan karena rata rata etanol diatas 45 persen dan ini tanpa kendali. Kalau minuman keras golongan C itu sampai 45 persen,"terang Kapolda.

Menurut Kapolda, apabila orang mengkonsumsi milo yang proses pembuatannya tidak sehat dan memiliki tidak memiliki tagar alkihol akan mengakibatkan buta bahkan mati.

"Yang jadi masalahnya kadang-kadang baru minum minuman ini pengaruhnya luar biasa,dimana tidak terkontrol kemampuan dalam berpikirnya. Sehingga mereka akan buat keributan dan kekerasan, bahkan mengakibatkan kecelakanan dijalan," ujar Kapolda.

Untuk menghilangkan penyakit masyarakat ini, Kapolda akan memerintahkan Kapolres Mimika dan termasuk Polres-polres lainnya untuk fokus menambah kekuatan dalam melakukan penyelidikan dimana tempat-tempat pembuatan miras lokal.

"Saya pikir kasus seperti ini disini sudah banyak terjadi, seperti dibulan Desember tahun lalu itu BB lebih besar yang berhasil diamankan," kata Kapolda.

Ditambahkan Kapolda, bahwa di sela-sela penggerebekan pabrik milo juga dihadirkan kepala kampung Hiripau dan Kaugapu untuk melihat secara langsung.

"Saya undang kepala kampung Hiripau dan Kaugapu untuk membicarakan komitmen kampung disini agar membuat aturan-aturan dikampung ini.Sehingga ada sanksi sosial yang tegas, misalnya denda atau dikeluarkan dari kampung ini, supaya ada efek jerah," tutur Kapolda.

Selain itu, kata Kapolda hal ini akan dilaporkan ke Bupati, supaya Bupati melihat kampung-kampung seperti ini untuk menginstruksikan ke Distrik-distrik bagaimana menyikapinya.

"Ini persoalan sosial dan ingat bahwa inilah yang disebut penyakit masyarakat yang sering terjadi. Penyakit masyarakat itu ada lima namanya 'molimo' atau 5 M, yakni mabok,minum, madat, madon dan main. Lima faktor ini perlu ditangani serius," kata Kapolda.

Ditambahkan Kapolres Mimika, bahwa dilakukan penggerebekan dan pemusnahan pabrik milo ini adalah salah satu bentuk menyikapi terjadinya kasus kriminal dalam sebulan yang dipicu akibat dari milo.

"Karena satu bulan terakhir ini rata-rata ada 10 kasus, dimana banyak terjadi penikaman bahkan menyebabkan orang meninggal dunia. Seperti tadi pagi juga ada orang tergeletak di pondok,disitu ada miras lokal dan korbannya terkena luka tusuk,"kata Era.

Kata Kapolres bahwa terkait penegakan hukum terhadap penjualan minuman keras lokal ini sudah berulang kali dilakukan dan diproses hukum, namun masih saja ada yang melakukannya.

"Kita tidak bisa biarkan,dan mungkin kita akan berkoordinasi lebih insentif lagi dengan jaksa dan pengadilan agar putusannya lebih berat. Kalau putusannya hanya 2 atau 5-6 bulan saja maka kemudian mereka akan ulangi lagi,karena dilihat dari jumlah hasil puluhan juta tiap hari mereka peroleh dari hasil milo,"kata Kapolres.

Untuk mengungkap kasus ini,menurut Kapolres tidak bisa berdiri sendiri,butuh bantuan masyatakat. "Kita tidak akan tahu lokasi pembuatan milo ditengah hutan kalau kita tidak amankan pembelinya. Dan informasi yang beredar masih banyak lagi didalam hutan sana, dan itu akan kita sisir," ucap Kapolres. Seusai penggerebekan, pelaku MW beserta BB langsung dibawah ke Polres Mimika untuk proses lebih lanjut. (Tim)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika