Main Area

pesparawi xiii
robby omaleng
robby omaleng
robby omaleng
robby omaleng

Main

Larangan Mudik, Ketua DPRD: Demi Menekan Angka Penularan Covid-19

Timika, TabukaNews.com - Adanya larangan mudik dari Pemerintah Provinsi Papua bagi umat Muslim pada saat hari raya Idul fitri 1442 Hijriyah 13-14 Mei 2021 mendatang, sesunguhnya pemerintah berkeinginan untuk menekan angka penularan Covid-19 yang saat ini  terus mengalami penurunan kasus.

“Sebenarnya pemerintah bukan melarang warga untuk mudik, akan tetapi untuk membatasi bagi warga yang akan mudik demi menghindari  meningkatnya penularan Covid-19. Saya kira langkah pemerintah harus didukung dan dipatuhi sehingga kemungkinan terjadinya kasus gelombang ketiga kasus Covid-19 tidak terjadi lagi,” kata Ketua DPRD Mimika, Robby K Omaleng,S.IP, MA kepada wartawan, Senin (19/4).

Robby menyarankan agar imbauan pemerintah Provunsi Papua untuk tidak melakukan mudik disaat menjelang hari raya perlu disosialisasikan secara baik kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat menerima dan mengikuti imbauan dan tidak mudik ke kampung halaman.

“Sosialisasi dari pemerintah itu sangat penting, bila sosialisasinya terus dilakukan dengan berbagai alasan dan pertimbangan untuk menghindari Covid-19. Saya kira warga bisa menerima itu, dan mengurungkan untuk melakukan mudik untuk tahun ini,”katanya.

Imbauan pemerintah provinsi Papua dan akan diikuti oleh pemerintah kabupaten, diakui Robby demi memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat.

“Untuk menekan angka kasus Covid-19 saat ini, salah satu tujuan pemerintah adalah untuk membatasi warga untuk mudik agar penularan bisa teratasi. Yang dikhawatirkan pemerintah jangan sampai dampak dari mudik, kemudian angka penularan Covid-19 kembali tinggi dan bisa saja gelombang ketiga angka kasus kembali tinggi. Ini yang harus dipahami dan dimengerti oleh seluruh masyarakat yang rencana mudik,”katanya.

Sebelumnya, Pemprov   Papua melalui Wakil Gubernur' Klemen Tinal,SE,MM akan memberikan sanksi berupa sanksi bagi pemudik yang nekat melanggar larangan mudik Idul Fitri 1442 H dalam upaya pencegahan penularan virus Corona.

Adapaun sanksi yaitu berupa sanksi tegas bagi masyarakat yang tetap ngotot memaksakan mudik, yakni tak boleh kembali lagi ke Papua dalam kurun waktu enam bulan. 

Larangan ini, menurut Wagub Klemen Tinal dikarenakan keinginan kuat pemerintah untuk mengurangi penularan Covid-19 yang dalam beberapa bulan mendatang ini akan menggelar PON ke XX. (tim)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika