Main Area

pesparawi xiii
robby omaleng
robby omaleng
robby omaleng
robby omaleng

Main

Kasus Pelecehan Seksual di Asrama Taruna Masuk Tahap Dua

Timika, TabukaNews.com - Berkas perkara kasus kekerasan dan pelecehan terhadap 25 orang anak di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) yang dilakukan oleh DFL (35) masuk tahap dua. 

"Kasusnya sudah masuk tahap dua, berkas perkaranya sudah masuk ke Kejaksaan satu minggu yang lalu. Sekarang  tinggal menunggu pemeriksaan jaksa saja," kata Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto saat ditemui diruang kerjanya' Senin (19/4).

Hermanto mengatakan bahwa dari pihak P2TP2A Kabupaten Mimika juga meminta data terkait pelaku dan juga korban yang nantinya oleh pihak P2TP2A akan diserahkan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia. 

"Data juga di bawa oleh P2TP2A ke Kementerian Sosial. Karena dari Kementerian juga menanyakan perkembangannya. Nanti data tersebut akan dipaparkan oleh P2TP2A di Kementerian," kata Hermanto. 

Dari P2TP2A minta kita untuk di Paparkan  di Kementerian Sosial.

DFL (30) diciduk polisi karena melakukan kekerasan fisik dan pelecehan seksual terhadap 25 orang anak di SATP. DFL diamankan di rumah keluarganya di jalan Budi Utomo Ujung' Kampung Kamoro Jaya' SP 1.

Adapun modus yang dilakukan pelaku dalam melaksanakan aksi bejatnya tersebut adalah dengan  mengajak korban ke kamar mandi, kemudian tersangka melakukan pencabulan dan pelecehan seksual terhadap korban. Tersangka melakukan hal itu karena sering memandikan para korban.

Aksi bejat tersangka sudah berlangsung sejak bulan November 2020. Tersangka direkrut pihak yayasaan dan bekerja di Asrama Taruna Papua sejak Januari tahun 2020.

Rata-rata korban kasus pelecehan seksusal dan kekerasan fisik adalah anak-anak berusia 6-13 tahun. Dari 25 korban hampir seluruhnya anak laki-laki dan hanya 1 anak perempuan. (tim)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika