Main Area

pesparawi xiii
robby omaleng
robby omaleng
robby omaleng
robby omaleng

Main

Dua Jenazah Guru Asal Beoga Akan Dikebumikan di Toraja

Timika, TabukaNews.com - Dua jenazah guru asal Beoga Kabupaten Puncak yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kini tiba di Timika, Sabtu (10/4).

Kedua jenazah disemayamkan di dua tempat yang berbeda. 

Jenazah almarhum Oktovianus Rayo disemayamkan di rumah duka, Jalan Budi Utomo Gang Tanete, sementara almarhum Yonatan Renden disemayamkan di Jalan Baru.

Kedua jenazah tiba di Timika dengan menggunakan pesawat Dabi Air, milik Pemkab Puncak.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, kedua jenazah akan diterbangkan ke kampung halaman di Toraja pada esok hari. Dan akan dikebumikan di Takparan dan Koya Sa'kung. 

Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga IKT Mimika memadati rumah duka untuk memberikan penguatan kepada pihak keluarga yang berduka.

Kedua jenazah ketika tiba di Bandara Mozes Kilangin disambut oleh ratusan keluarga IKT bersama keluarga yang berduka.

Tangis pilu pun tak terhindarkan tatkala dua peti jenazah dikeluarkan dari pesawat.

Kedua jenazah akhirnya dibawa ke RSUD Mimika untuk diberikan suntikan formalin, mengingat kedua jenazah akan diterbangkan ke Toraja.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Julukoma, Junedi Arung Salele yang turut mengantar jenasah ke Timika menuturkan, awalnya dia bersama korban Yonatan Renden mengunakan sepeda motor hendak mengambil terpal di rumah Junaedi diujung Bandara Beoga.

Terpal rencananya akan dipakai untuk membungkus jenasah korban pertama almarhum Oktovianus Rayo yang disemayamkan di Puskesmas Beoga.

Namun saat akan kembali ke Puskesmas Beoga, mereka diberondong tembakan oleh KKB yang bersembunyi disemak-semak.

"Setelah kami mau pulang, tepat di depan rumah, kami ditembak. Saya tidak melihat orang yang menembak kami. Saat mendengar bunyi tembakan, saya lari ke arah kanan, sedangkan korban lari ke arah kiri. Tapi sepertinya saat bunyi tembakan itu korban terkena di bagian dada kiri dan dada kanan. Korban masih sempat lari sekitar lima meter sebelum jatuh," tutur Junaedi.

Saat ini, katanya, aparat keamanan TNI dan Polri masih terus bersiaga di Beoga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi lagi penyerangan oleh KKB.

"Sampai sekarang masih siaga. Dari kemarin kami mau turun ke Timika tapi karena pesawat tidak ada yang berani terbang ke sana, makanya hari ini baru kami bisa terbang ke Timika sekaligus mengevakuasi jenazah kedua rekan guru yang meninggal. Puji Tuhan tadi pesawat bisa masuk ke Beoga dan kami semua bisa keluar dari sana dengan kondisi selamat," tuturnya. (Evan)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika