Main Area

pesparawi xiii
Klemen Tinal, Wakil Gubernur Propinsi Papua

Main

DPRD Pertanyakan Honor Ketua RT Belum Dibayarkan

Timika,TabukaNews.com - Ketua Fraksi Mimika Bangkit DPRD Kabupaten Mimika Leonardus Kocu menggunakan Hak Bertanya DPRD terkait honor Ketua-ketua RT yang belum dibayarkan pemerintah selama 5 bulan berjalan ini.

Kepada awak media, Minggu (30/5), Leo menyoroti hal ini berdasarkan aduan para Ketua RT  kepada dirinya sebagai wakil rakyat.

Dikatakan, Bupati Mimika telah mengambil kebijakan untuk melantik para ketua RT beberapa bulan yang lalu sebagai ujung tombak pemerintah di tingkat bawah. Walaupun dilantik tahun 2021, tetapi masa baktinya berlaku mundur yakni tahun 2020 sampai  2025.

Pengakuan pemerintah atas keberadaan, pelayanan dan kelanjutan masa baktinya dengan dikeluarkan SK ( Surat Keputusan ) yang dikeluarkan oleh Bupati sebagai kepala Daerah.

Melalui anggota DPRD  yang merupakan representasi dari rakyat, kata Legislator asal Perindo ini, beberapa ketua RT menyampaikan keluhan bahwa sejak mereka dilantik dan diberikan SK oleh Bupati sebagai kepala Daerah sampai sekarang sudah 5 bulan mereka belum menerima honor. Hal ini kontradiksi dengan ASN yang setiap bulan terima gaji, pada Hari Raya pun ASN menerima THR, bahkan pada  Juni/Juli nanti mereka akan menerima gaji ke-13. Keadaan ini menggambarkan jurang yang dalam di antara sesama petugas daerah antara yang melayani di akar rumput masyarakat dengan yang di dalam kantor dinas dan OPD.

Pada masa krisis seperti ini, kata Leo, ketua-ketua RT mengharapkan pemerintah daerah memperhatikan kesejahteraan mereka berupa pembayaran honor.

Honor mereka sebelumnya telah ditetapkan dalam SK Bupati senilai Rp600 ribu per bulan yang diterima per triwulan. Kendati juga DPRD berharap karena Ketua RT dilantik dengan SK Bupati, dan dengan pertimbangan APBD Mimika yang cukup besar, maka diharapkan honor RT bisa dinaikan sampai Rp 1 juta.

Kalau pembayaran honor terus terlambat, maka patut dipertanyakan, Ada apa di balik keterlambatan itu? Ia meminta solusi agar ke depan tidak ada keterlambatan pembayaran honor para Ketua RT lagi.

Ia menambahkan, beberapa ketua RT menyampaikan mereka membaca lewat media cetak maupun online bahwa gaji ASN sebentar lagi akan naik sekian persen. Hal ini membuat mereka meminta kepala daerah untuk mempertimbangkan nilai honor RT-RT agar dapat dipertimbangkan untuk dinaikan. Setidaknya dapat disesuaikan dengan upah minimum Provinsi Papua atau upah minimum regional.

Sebelumnya diberitakan, pada 25 Maret 2021 kemarin sebanyak 1.163 ketua RT se-Mimika dilantik pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung di Pendopo Rumah Negara, SP3. Diungkapkan setelah dilantik para Kketua RT se-Mimika akan mendapat honorarium per triwulan yang bersumber dari APBD Mimika. (Manu)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika