Main Area

pesparawi xiii
Klemen Tinal, Wakil Gubernur Propinsi Papua

Main

Diduga Ada Berkaitan Beberapa Oknum Tokoh, Kasus Video Mesum Ditarik ke Polda Papua

Timika,TabukaNews.com - Diduga ada keterlibatan beberapa oknum tokoh dalam penyebaran kasus video mesum (pornografi) yang seorang tokoh masyarakat (MM) dengan seorang wanita (I) akhirnya ditarik ke Polda Papua.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolda Papua,Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dengan didampingi Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata pada saat press release di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Sabtu (15/8).

"Kasus ini spesifik khusus dan sedang dalam penyelidikan diduga berkaitan dengan beberapa oknum-oknum atau pihak - pihak yang menjadi tokoh dalam grup WA. Dan ini kami sudah rapatkan dan saya putuskan ini akan ditangani oleh Polda Papua,karena ditingkat polres ada beberapa keterbatasan,"ujarnya.

Kata Kapolda,pada prinsipnya bagi pihaknya adalah untuk membuktikan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh siapa saja.

"Kami tidak melihat siapa-siapa, yang penting ada tidak unsur-unsur yang memenuhi perbuatan yang melawan hukum itu. Bila tidak tentu kita juga tidak akan memaksa,jika memenuhi maka itu akan dilanjutkan prosesnya ke kejaksaan. Yang memutus salah benarnya bukan kami, dan itu ada di pengadilan,"kata Kapolda.

Secara administrasi, kata Kapolda
bahwa sudah memerintahkan penyidik Polres Mimika untuk segera melengkapi agar diserahkan ke Polda Papua.

"Biasanya kita membentuk satgas yang terdiri dari beberapa penyidik  dengan tugas khusus dan batas waktu serta atensi. Karena namanya atensi itu kita harus prioritaskan. Kalau kita anggap permasalahan ini urgen dan penting maka itu akan ditarik di tingkat atas. Misalnya kami ditingkat Polda tidak mampu mungkin ditarik di mabes,"kata Kapolda.

Ditegaskan Kapolda, bahwa perbuatan seseorang itu tidak bisa secara subjektif kita mengatakan itu salah atau keliru.

"Itu nanti akan keterkaitan dari mana,siapa yang memulai, siapa yang melanjutkan, kemudian apa kepentingannya dan apa tujuannya itu nanti akan tergali dalam proses-proses selanjutnya," ungkapnya.

Lanjutnya, "Pada prinsipnya ada unsur UU ITE yang harus dikaitkan tentunya akan dilakukan oleh orang yang ahli.Sekali lagi saya tidak menduga duga tapi prinsipnya ini kita akan tarik ke Polda karena kami punya prasarana disana sangat mudah dan cukup dan kita akan proses disana,"ungkap Kapolda.

Untuk diketahui dalam kasus ini seorang wanita berinisial Azub alias I sudah diamankan beserta BB dua buah HP. Dalam kasus ini juga 4 orang sudah dimintai keterangan.

Karena diduga melanggar pasal 29 jo pasal 4 ayat 1 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi, maka terancam pidana 6 sampai 12 tahun atau denda 250 juta sampai dengan 6 miliar rupiah.

Serta dikenakan pasal 45 ayat 1 jo pasal 27 ayat 1 uu no 19 tahun 2006 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2009 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun dengan denda 1 miliar rupiah.(tim)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika