Main Area

pesparawi xiii
Klemen Tinal, Wakil Gubernur Propinsi Papua

Main

Binmas Noken Satgas Newangkawi Beri Trauma Healing untuk Anak-anak di Ilaga

Timika, TabukaNews.com - Upaya mengembalikan psikologis bagi masyarakat pasca kontak tembak antara pasukan TNI-Polri dengan kelompok KKB di Kampung Tagaloa, Wuloni dan Mayuberi, Kabupaten Puncak, Papua, terus dilakukan personel TNI-Polri.

Trauma healing diberikan terutama kepada anak-anak. Tak hanya itu, bantuan berupa 1.000 paket sembako juga diberikan kepada masyarakat yang tersebar di 10 titik di Distrik Ilaga. 

Sebagian masyarakat Kampung Tagaloa, Wuloni dan Mayuberi, saat ini sedang mengamankan diri di Distrik Ilaga, menyusul keberadaan kelompok teroris pimpinan Lekagak Talenggeng yang sedang diburu pasukan TNI-Polri.

Upaya pengembalian psikologis atau trauma healing dan pemberian paket sembako ini dilakukan personel Binmas Noken Polri yang tergabung dalam Operasi Nemangkawi, dan personel Kodim 1714/PJ Ilaga, di Depan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Rabu (19/5).

Raut wajah anak-anak begitu ceria manakala mereka diajak bernyanyi lagu rohani bersama oleh personel Binmas Noken Polri.

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy mengatakan, kegiatan yang dilakukan Satgas Nemangkawi sebagai upaya menghilangkan trauma khususnya anak-anak pasca kontak tembak TNI-Polri dengan kelompok teroris di Kampung Tagaloa, Wuloni dan Mayuberi pada minggu lalu.

Disamping itu, kegiatan bhakti sosial ini sekaligus sebagai upaya soft aproach pendekatan kepada masyarakat di tiga distrik di Kabupaten Puncak. 

"Anak anak begitu ceria dengan kehadiran kakak-kakak binmas Noken satgas Nemangkawi," kata  Iqbal.

Sementara itu seorang ibu dari anak anak, Yorina Tabuni mengaku sangat bahagia melihat anak-anak kembali terlihat ceria. Dia juga merasa senang mendapatkan bantuan sembako. 

Yorina menuturkan terpaksa harus mengamankan diri ke Kampung Kimak dari Kampung Mayuberi, menyusul keberadaan 

orang-orang yang mengganggu kamtibmas dengan membakar sekolah, perumahan dan fasilitas pemerintah serta rumah penduduk.

"Saya takut, jadi saya mengamankan diri dari Kampung Mayuberi ke Kampung Kimak. Saya berada di tempat ini sudah 3 minggu," kata Yorina.

 Yorina berharap pemerintah dapat segera membangun fasilitas pendidikan yang telah dibakar agar anak-anak dapat mengenyam pendidikan kembali.

Salah satu tokoh gereja  di Kampung Amungi, Distrik Ilaga, Pendeta Isak Dewelek  meminta agar pemerintah kembali membangun fasilitas yang telah dirusak oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.(tim)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika