Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Yoseph Temorubun,SH Terpilih Sebagai Ketua Komunitas Pemuda Kei (KPK) Mimika

 Yoseph Temorubun SH dan seluruh pengurus KPK foto bersama setelah terbentuk/ Foto : dok Tabukanews.com

TIMIKA, TABUKANews.com - Yoseph Temorubun SH terpilih sebagai Ketua Komunitas Pemuda Kei (KPK) Kabupaten Mimika Periode 2018-2021. Penunjukan secara aklamasi ini dilakukan oleh pemuda-pemuda Kei di Jalan Busiri Ujung, Kamis (1/6).

Setelah ditunjuk, Temorubun memilih Simon Rahanjaan sebagai Sekretaris dan IvoTeturan sebagai Bendahara KPK untuk mendampinginya bekerja selama menjabat. Selain ketiganya, dibentuk pula keanggotaan badan pengurus yang terdiri atas ketua-ketua bidang.

Diantaranya Ketua Organisasi dan Keanggotaan (Joe Ubhro), Ketua Agama dan Pendidikan (Niko Teturan), Ketua Komunikasi, Informasi dan Telekomunikasi (Ronald Renwarin) dan Ketua Ekonomi dan Kewirausahaan (Micahel Janwarin).

Selain itu, Ketua Hubungan Antar Lembaga (Ongen Narwadan), Ketua Seni Budaya, Olahraga dan Pariwisata (Ronald Balubun), Ketua Hukum HAM dan Advokasi ( Felubun), Ketua Buruh Tani, Nelayan, Ojek dan Pendulang (Riski Teubun), Ketua Energi dan Sumber Daya Mineral (Markus Rahalus), Ketua Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Noris Letsoin), Ketua Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat (Andi Wearbitu) dan Ketua Adat Kei (Roni Leisubun).

Selain badan pengurus, Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesbangpol dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga diangkat sebagai Pembina organisasi.

Sementara Dewan Penasehat Badan Pengurus merupakan Ketua Kerukunan Masyarakat Kei dan beberapa sesepuh masyrakat Kei yang ada di Mimika.

"Pemimpin tidak akan berjalan sendiri, tanpa dukungan dari semua perangkat. Organisasi ini dibentuk tujuanya untuk merehabilitasi nama Kei di Mimika. Kenapa? karena leluhur-leluhur kita membawa obor terang ke negeri ini.

Kita bergerak hati karena kitalah yang mematikan obor itu. Bersama kita bersatu untuk menyalakan kembali obor itu," jelas Temorubun saat menyampaikan sambutannya.

Ia menegaskan, organisasi KPK berafiliasi dengan organisasi induk kerukunan masyarakat Kei. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah bagi anak-anak muda Kei yang memiliki ketulusan, kebersamaan dan kerinduan untuk memperbaiki citra masyarakat Kei yang akhir-akhir ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat Mimika.

"Kehadiran kita untuk memperbaiki semua ini. Selama ini kita ada namun terkadang dipandang sebelah mata oleh orang lain karena apa yang sudah kita lakukan. Kita harus tunjukan bahwa kita adalah suku pembawa damai dan terang. Kita harus memperbaiki ini. Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi," ujarnya dengan emosional.

Menurutnya, banyak Pemuda Kei yang memiliki potensi lebih dalam berbagai hal namun sejauh ini jarang diberikan kesempatan karena stigma tersebut.

"Walau kita kuat tapi tidak bersatu maka kita tidak akan bisa maju seperti orang lain. Kita semua punya potensi tapi kita harus perbaiki semua ini. Selama ini semua jalan sendiri. Kita harus membuka diri dan membangun relasi yang lebih baik dengan semua suku yang ada di kabupaten ini," terangnya.

Temorubun mengatakan, akan banyak tantangan dan rintangan yang akan dihadapi KPK di masa-masa awal pendiriannya. Namun apapun itu, organisasi ini harus maju dan berkembang agar menjadi organisasi masyarakat yang dibanggakan oleh semua orang, terutama masyarakat Kepulauan Kei yang bersomisili di Mimika.

"Kita belum terlambat. Makanya organisasi ini mucul untuk kita bersatu.

Kita bukan suku yang identik dengan kekerasan saja tapi kita punya jiwa kemanusian yang tinggi. Kita harus ubah ini. Ini tugas dan tanggungjawab kita sebagai pelopor perdamaian. KPK hadir sebagai organisasi membawa nama masyarakat Kei di Mimika. Ini bukan tanggungjawab yang mudah namun kita bisa karena kita bersatu. Tuhan dan leluhur melihat isi hati kita untuk semua ini," ujarnya.

Setelah pemilihan semalam, selanjutnya KPK berencana akan mendatangi para tetua Suku Kei guna memperkenalkan diri

dan memohonkan petuah-petuah. KPK juga akan melakukan koordinasi dan konsolidasi badan pengurus dengan pemuda-pemuda Kei lainnya agar bergabung dalam komunitas ini.

"Pekan depan kita akan membuat akta notaris dan siapkan sekretariat. Kita akan lakukan pendataan pemuda Kei di semua kampung yang ada di Mimika. Kita juga akan melakukan koordinasi dengan orangtua-tua kita dan meminta dukungan mereka untuk perjalanan KPK ke depan," jelasnya.

Perlu diketahui, KPK merupakan komunitas persaudaraan dan kekeluargaan Pemuda Kei yang berdomisili di Mimika. KPK bukan organsasi keagamaan apalagi politik.Organisasi ini melibatkan semua pemuda Kei baik yang beragama Kristen, Islam, Hindu maupun Budha.

Dasar organisasi KPK didasari pada filasafat adat masyarakat Kei yakni 'Fangnanan' (Kasih Sayang) masyarakat Kei, demi tujuan kemanusian dan mengapus stigma negatif terhadap masyarakat suku Kei di Mimika.

Sebelum dibentuk, KPK telah melakukan beberapa kegiatan kemanusian. Diantaranya melakukan pengumpulan 1000 koin bagi korban pengeboman di Surabaya, doa bersama 1000 lilin dan memberikan bantuan kemanusiaan secara langsung kepada tiga gereja yang terkena dampak pengeboman.

Dalam waktu dekat KPK juga akan membantu pendirian prasasti di Kokonao, berbagi takjil bulan puasa dan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian agar ikut terlibat dalam pengamanan ibadah Idul Fitri tahun ini. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika