Main Area

Main

Warga Lokal Papua Akan Dibina Menjadi Peternak Babi Handal

Peternak lokal Papua saat mengikuti pelatihan di Aula Keuskupan Bobaigo Kamis (10/10)./Foto:Tim

Timika,TabukaNews.com -  Sekitar 100 orang peternak lokal Papua di Kabupaten Mimika, Kamis (10/10) , megikuti pelatihan penyuluhan dan pembinaan cara beternak babi. Yang dilaksanakan di aula keuskupan Bobaigo Timika, jalan cendrawasih.

Pembinaan ini ditujukan bagi peternak babi  yang sudah menerima bantuan ternak babi dari program angaran Otonomi Khusus (Otsus) di tahun 2017 dan 2018.

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Demianus Katiop  dalam sambutanya mengatakan bahwa  keberlangsungan hidup masyarakat Papua tak lepas dari  keberadaan  ternak babi. 

“Babi menjadi salah satu hewan yang dipandang penting  bagi kehidupan  masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan terutama upacara adat,” Ujarnya.

Di Papua  ternak  babi  merupakan kegiatan yang wajib dilakukan  oleh sebagaian besar masyarakat Papua. Baik yang ada di kota maupun  yang ada di pedalaman.  

Seiring berjalannya waktu  peternak babi bukan semata mata hanya untuk urusan adat namun sudah menjadi sala satu mata pencaharian  yang sangat potensial  dan cukup digemari  karena sangat membatu  meningkatkan ekonomi keluarga.

" untuk membantu pemberdayaan masyarakat melalui usaha beternak babi, antara lain  dengan  memberikan bantuan bibit babi  satu pasang setiap tahunnya  khususnya masyarakat lokal terutama masyarakat yang serius dalam usaha beternak babi yang dibiayai melalui dana otosus," Kata  Demianus.

Dalam upaya mencapai tujuan pembangun peternakan tersebut maka faktor faktor pentring yang perlu di perhatikan adalah obat obatan dan vaksin serta adanya penyuluhan dan pembinaan secara rutin kepada peternak sehingga diharapkan  agar bibit babi yang telah dibesarkan dapat berkembang biak dengan baik.

"Melalui penyuluhan, pelatihan dan pembinaan secara rutin ini dalam upaya mendorong  dan membantu masyarakat  dalam meningkatkan populasi  dan produktivitas  ternak babi yang ditekunnya. sesuai dengan tujuan pembangunan  peternakan yakni meningkatkan hasil ternak , menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak," kata Demianus.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Mimika Yosefin Sampelino mengatakan bahwa peserta  pelatihan ini adalah mereka yang sudah menerima bantu  babi  melalui dana Otsus tahun 2017 dan 2018.

Dijelaskannya bahwa usaha peternakan babi di kalangan masyarakat lokal Papua terus mengalami peningkatan signifikan ini terbukti sejak tahun 2016 sampai dengan saat ini sudah banyak peternak lokal Papua yang sudah mulai sukses dengan usaha ternak babi.

" Sejak saya jadi kadis 2016 kita mulai memberikan bantuan  250 ekor babi  dan sampai dengan tahun  2018 juga kita memberikan bantuan 250 ekor babi," Kata Yosefin.

Sebelumnya bantuan ternak babi yang diberikan dilakukan sesuai dengan proposal yang diajukan kepada  dinas, namun ketika dirinya  memimpin di  Dinas Peternakan, hal tersebut dievaluasi  dan ternyata  bantuan yang diberikan melalui proposal yang diajukan ternyata tidak efektif sehingga mulai tahun 2017, pihaknya mulai membutuk kelompok kelompok peternak dan bantuan tersebut disalurkan ke kelompok kelompok peternak. Di tahun 2018  pihaknya  mulai membuat sentra sentra produksi  seperti wilayah Nawaripu, SP 3 dan mulai masuk di Kwamki Lama.

" dari 2017  tingkat keberhasilannya luar biasa diatas 50 persen, sebelumnya itu dibahwa sekali. Babi yang kita bagi di tahun 2018 juga rata rata berhasil,  Rata rata  sudah beranak mereka  baru mereka jual," kata Yosefin.

Yosefin menjelaskan bahwa  ditahun 2018 pihaknya juga sudah mulai melakukan pengembangan ternak babi melalui kawin suntik dan ternyata  melalui kawin suntik jauh lebih produktif jika dibandingkan dengan kawin langsung. Karena melalui kawin suntik  seekor induk babi bisa melahirkan 18 ekor anak sekali melahirkan.

"lewat kawin suntik itu mereka begitu  bersemangat, karena yang tadinya anaknya cuma lima, cuma empat setelah di kawin suntik ternyata anaknya banyak. Cuma puting susunya paling banyak 15, sedangkan ada yang anak 18 ada yang 17 sehingga kita dorong bantu pakai susu SGM," kata  Yosefin.

Selain itu pihaknya juga  menyarankan kepada para peternak agar menyiapkan kandang khusus untuk anak anak babi yang baru lahir  hal ini penting untuk menjaga anak babi tetap sehat dan tidak tertindis dari induknya.

"Supaya anaknya tidak mati ditindis, harus di rawat, sesudah menyusui ada kandang kecil kecil yang  kita suru bikin  agar sesudah menyusui dimasukan lagi kedalam kadang  dan ada lampunya lagi sehingga tetap hangat. jadi nanti dikasih keluar pada saat dia menetek saja. " kata Yosefin.

Dijelasakannya bahwa sperama yang dipakai untuk kawin suntik tersebut adalah sperma yang diambil dari babi babi lokal yang ada di Mimika. sejak diuji  di tahun 2018 tingkat keberhasil  teknik pengembang biakan melalu kawin suntik  sangat berhasil mencapai 90 persen tingkat keberhasilannya.

" Speramanya  juga kita ambil dari babi disini, kita punya kandang di SP 6, jadi ada sekitar 10 ekor . Kalau jantan yang pernah kawin alami tidak  di betina buatan. Jadi ada 10 ekor yang sekarang bergantian untuk di ambil spermanya," " kata Yosefin. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika