Main Area

pesparawi xiii
ibu etina diwitau omaleng
ibu etina diwitau omaleng
ibu etina diwitau omaleng
ibu etina diwitau omaleng
hari raya pekabaran injil 5 Februari 2021

Main

Warga Kedapatan Buat Pabrik Milo Akan Diusir dari Kampung


Timika, TabukaNews.com - Menyikapi maraknya tempat pembuatan minuman keras lokal (milo) wilayah Mapurujaya, tepatnya di Kampung Hiripau dan Kaugapu. Kepala Kampung Kaugapu dan Hiripau kedepannya akan membuat aturan yang tegas, yakni akan mengusir warganya yang kedapatan kembali membuat pabrik milo.

Pernyataan tegas kedua kepala kampung ini setelah diminta hadir oleh Kapolda Papua , Irjen Pol. Paulus Waterpauw untuk menyaksikan langsung proses penggerebekan lokasi pembuatan milo serta diamankannya sejumlah BB yang diambil dari dalam hutan Kampung Kaugapu.

"Karena saya baru diangkat jadi kepala kampung, oleh karena itu kedepannya ini saya akan kumpulkan masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat untuk bersama-sama komitmen dengan membuat surat pernyataan, bahwa kalau ada orang-orang seperti ini melakukan pelanggaran seperti ini di kampung maka kita akan usir dari tempat ini," tegas Kepala Kampung Kaugapu, Xaverius Kapirapi.

Sebagai kepala kampung dirinya merasa heran mengapa dikampungnya dijadikan sebagai tempat pembuatan pabrik minuman keras lokal oleh masyarakat yang bukan masyarakat asli.

"Ini bukan budaya kita, karena dari dulu tidak ada budaya minum-minuman keras.Saya lihat sendiri sekarang yang minum miras ini generasi kita yang masih duduk dibangku sekolah, bukan orangtua. Sehingga banyak anak-anak muda jadi korban," ungkap Xaverius.

Menyikapi pembuat pabrik milo adalah warga pendatang, Xaverius akan melakukan pendataan ulang warga.Pasalnya pelaku MW yang diamankan adalah warga yang baru datang dari luar Timika dan tidak memiliki KTP Timika.

"Saya akan cek kembali warga saya yang baru datang, apakah punya surat pindah,  dia dari mana sampai datang ke sini dan melakukan ini. Datang bukannya mau membangun tapi hanya buat kekacauan disini," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kampung Hiripau, Andreas Kaukapatiparu
bahwa kedepannya akan membuat surat pernyataan sebagai komitmen bersama dengan masyarakat.

"Sebenarnya dikampung ini tidak ada penjual minuman keras. Gara-gara ini
membuat masyarakat saya ribut di kampung sendiri. Jadi apa yang sudah disampaikan oleh bapak Kapolda, maka kami akan lakukan itu demi keamanan kampung," ungkapnya.

Sedangkan Ketua Lemasko, Gregorius Okoare mengucapkan terimaksih kepada Kapolda beserta jajarannya yang langsung turun lapangan dengan menangkap pelaku bersama barang buktinya.

"Miras ini adalah penyakit masyarakat yang mana telah merusak tatanan hidup orang Mimika," ucapnya.

Menurut Gerry bahwa minuman keras lokal yang ada dikampung ini semakin hari terus berkembang.

"Seperti yang dikatakan kedua kepala kampung itu betul bahwa jaman dulu disini masyarakat tidak tahu yang namanya minuman keras. Yang buat penyakit dikampung ini adalah orang-orang dari luar Timika yang datang dan tinggal disini," ungkapnya.

Gerry juga menyarankan kepada kedua kepala kampung untuk mendata ulang bagi warga yang baru datang dan tinggal dikampung.

"Jadi kalau ada warga yang dicurigai akan melakukan hal yang sama segera laporkan kepihak keamanan," ucapnya.

Dalam kesempatan itu Gerry juga menyampaikan agar pihak keamanan agar lebih jelih melihat dan jangan sampai memberikan tenggang waktu bagi pelaku kejahatan dengan hal yang serupa.

"Mohon maaf jangan sampai ada permainan. Ini penyakit masyarakat dan ini bukan penyakit berbulan-bulan tapi sudah tahunan,"pintanya.(Tim)

DPRD Kabupaten mimika, Ucapan HUT Kab.Mimika
Sekwan DPRD Kabupaten mimika, Ucapan HUT Kab.Mimika
2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika