Main Area

Main

Warga Karaka Minta Aktivitas Kerja di Portsite Dihentikan

TIMIKA, TABUKANews.com - sebanyak 30 hingga 40 warga kampung Karaka yang bersenjata parang dan tombak dan kampak m"endatangi areal kerja PT Freeport diPortsite dan Cargodock meminta agar aktivitas pengolaan konsentrat di Dewatering Plan (DWP) agar dihentikan sementara karena warga Karaka masih berduka.

Berdasarkan pemantauan melalui rilis yang diterima Tabukanew.com menjelaskan, terlihat kelompok masyarakat dari kampung Karaka berjumlah sekitar 30 sampai 40 orang dengan membawa peralatan benda tajam berupa Parang, tombak dan kampak mendatangi lokasi area kerja Cargodock dan Porsite dan meminta untuk menghentikan aktivitas karyawan. Mengingat warga kampung Karaka masih berduka, selain itu hingga saat ini belum ada tuntutan yang telah dipenuhi 

Untuk saat ini para karyawan yang berada di lokasi Porsite telah berkumpul di depan mess B5, B6 dan B7 untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta untuk memudahkan evakuasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihak Eksternal Affair PT. KPI Yuli saat bertemu dengan warga kampung Karaka menjelaskan, saat ini situasi Kamtibmas di Cargodock dan Portsite sudah mulai aman, namun saat ini masyarakat masih berada di TKP.

Saat ini karyawan yang sudah berada didalam area kerja tetap melaksanakan aktivitas, sedangkan karyawan yang akan melakukan pergantian shift saat ini sudah berkumpul di Mako Lanal Timika untuk mengantisipasi hal-hal yang tidao diinginkan.

"Warga sudah tenang, hanya saja mereka masih berada di areal portsite dan cargodok, sedangkan karyawan yang sudah bekerja tetap bekerja dan karyawan yang pergantian shift saat ini sedang berada di Mako Lanal Timika," kata Yuli.

Pihak Social Local Development (SLD) PT. FI dan JDA PT. FI sudah melakukan konsolidasi serta komunikasi dengan Tokoh masyarakat Kamoro Geri Okuare terkait dengan situasi kamtibmas di Portsite.

Dalam aksi tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban material. Hanya saja masyarakat yang masih larut dalam dukacita melampiaskan kekesalan dengan berteriak serta melempar fasilitas pemilik PT. Freeport dengan batu.

Kuat personil yang melakukan monitoring dan pengamanan di lokasi Cargodock dan Porsite terdiri dari pihak Lanal Timika dan Satgas amole serta Satpolairud Polres Mimika. (Jery/dzy/tim)

2018 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika