Main Area

Main

Warga Agimuga Pertanyakan 20 Hektar Lahan Untuk Perluasan Bandara

Sekertaris BKD Kabupaten Mimika Julius Piligame/ Foto:Tim

Timika, Tabukanews.com,Sekertaris Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Mimika Julius Piligame yang juga selaku masyarakat Agimuga mempertanyakan status lahan milik warga seluas 20 hektar yang akan digunakan untuk perluasan bandara di Agimuga tanpa ada kesepakatan bersama antara masyarakat setempat dengan kepala UPTD Bandara Agimuga

"Masalah pelepasan lahan seluas 20 hektar oleh kepala bandara Agimuga itu tidak sesuai prosedur, dia ada kesepakatan dengan siapa sampai dapat lahan itu?," kata Julius ketika ditemui di kediamannya di jalan SP2 kompleks perumahan selamat datang, Selasa (28/8).

Menurutnya, memang bandara yang akan perluasan dahulunya dikelola oleh pihak Misionaris, hanya saja sejak tahun 80-an bandara tersebut tidak dipergunakan sehingga masyarakat kembali menjaga dan merawat bandara tersebut.

Selain itu, masyarakat Agimuga juga tidak keberatan apabila bandara tersebut mengalami perluasan, itu menandakan Distrik Agimuga semakin maju. hanya saja prosedur yang dilakukan oleh kepala UPTD bandara Agimuga dinilai tidak sesuai prosedur karena tidak melibatkan masyarakat pemilik tanah, juga instansi terkait seperti dinas pertanahan, dinas perhubungan dan dinas lingkungan hidup.

"Seharusnya dia (kepala UPTD Bandara Agimuga) koordinasi dengan masyarakat selaku pemilik tempat supaya ada kesepakatan dengan tokoh masyarakat untuk disampaikan kepada masyarakat kalau akan ada perluasan bandara," terangnya.

Ia mengungkapkan, sebelum dilakukan perluasan bandara Agimuga, diketahui sebanyak dua kampung yakni kampung Aramsolki dan kampung Amungun yang akan terkena dampak akibat peluasan bandara Agimuga. Artinya, pihak pemerintah sudah harus mempunyai perencanaan yang baik untuk memindahkan warga di dua kampung tersebut apabila pelaksanaan perluasan bandara dilakukan.

"Pelebaran itu, apakah pemerintah sudah punya perencanaan untuk pindahkan masyarakat dari tempat itu atau tidak, karena didalam dokumen itu ada dua kampung disekitar bandara akan habis," ungkapnya. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika