Main Area

Main

Wamena Pulih, Kantor dan Sekolah Kembali Aktif

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab/Foto: Tim/Tabukanews.com

Timika,Tabukanews.com - Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengatakan aktifitas perkantoran, perbankan, dan sekolah di Wamena dan Ilaga yang dilanda kerusuhan September lalu, sudah berjalan normal.

"Berkaitan dengan anak-anak sekolah kemudian aktivitas pegawai dan perbankan sudah normal," kata Kapolda Paulus saat ditemui di RPH Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (9/10).

Ia menjelaskan, sebelum kunjungan Menkopolhukam, Panglima TNI dan Kapolri, dirinya sempat mengunjungi warga yang berada di sekitaran pasar, kampung dan pinggiran kota Wamena serta Ilaga untuk memastikan situasi warga pasca kerusuhan.

"Kemarin pagi sebelum menjemput bapak Menko, bapak Panglima dan bapak Kapolri, saya sempat dengan beberapa anggota coba blusukan masuk keluar pasar, kampung dan kami lihat kondisi sudah normal," jelasnya.

Meski begitu  lanjut dia, warga masih khawatir dengan situasi keamanan. Karenanya TNI Polri telah menambah jumlah personil untuk mengamankan sejumlah lokasi.

"Yang di pinggiran itu masih khawatir, tapi kami sudah tambah kekuatan," ungkapnya.

Ia menerangkan, sebanyak 13 Polda  membantu pengamanan di wilayah Papua, dimana 534 personel keamanan disiagakan di Wamena.

Selain itu beberapa SSK nantinya akan dikirim ke beberapa kabupaten di wilayah pegunungan untuk membantu pengamanan seperti di Mamberamo Tengah, Yalimo, Tolikara, Lany Jaya, dan beberapa kabupaten lain.

"Jadi anggota Polri khususnya yang BKO dari Brimob Nusantara, itu ada 13 Polda yang membackup kami sebanyak 534 personel, hari ini naik lagi 100 personel," tambahnya.

Kapolda menegaskan, TNI Polri selalu siap menjaga keamanan. Namun pergeseran pasukan ke wilayah yang terjadi gangguan kamtibmas terkendala akses transportasi. Pengiriman pasukan tersebut menggunakan pesawat hercules milik TNI.

"Syukur karena TNI punya hercules jadi bisa bantu geser. Kita pakai itu awal-awalnya. Kami juga punya CN tapi karena sedikit masalah jadi belum bisa terbang ke pegunungan," tegasnya. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika