Main Area

pesparawi xiii
HUT Republik Indonesia Ke 75

Main

Wakapolda Beri Arahan Pamatwil da Padal Jelang Pilkada Serentak 2018

Wakapolda Papua Brigjen Polisi Drs. Yakobus Marjuki memberikan arahan dalam kegiatan pembekalan Pamatwil dan Padal dalam rangka menghadapi Pilkada serentak 2018 bertempat di  Aula Rastra Samara Polda Papua/ foto : Istimewa

TIMIKA, TABUKANews.com

Wakapolda Papua Brigjen Polisi Drs. Yakobus Marjuki memberikan arahan dalam kegiatan pembekalan Pamatwil dan Padal dalam rangka menghadapi Pilkada serentak 2018 bertempat di  Aula Rastra Samara Polda Papua, Jumat (8/6).

Hadir dalam kegiatan pembekalan Pamatwil, Komisioner KPU Musa Sombuk, Ketua Bawaslu Papua Pegi Wattimena, para Pamatwil dan Padal dalam rangka Pilkada serentak tahun 2018.

Wakapolda Papua menyampaikan yang menjadi kendala Pilkada serentak bisa gagal adalah pengerahan massa tak terkendali, dapat menghilangkan potensi konflik, Kapolres tidak berani melaksanakan razia ataupun membuka pemalangan.

Kapolri telah menilai bahwa untuk Papua situasi sudah menjadi rawan Satu dan pemetaan kita sangatlah lemah.

Diingatkan kepada Pamatwil Yahukimo, dimana jumlah pemilihnya sangat besar dan hal tersebut menjadi potensi keributan termasuk dengan adanya pergantian para kepala desa.

Dikatakan, Pengerahan massa yang berlebihan ini adalah tugas dari jajaran Direktorat Intelkam untuk dapat menggembosi potensi ini dalam penggalangan.

Kepada Pamatwil dan Padal harus berani mengambil langkah – langkah untuk dapat menetralkan situasi dan dapat mengatasi potensi konflik sejak dini. Ada beberapa upaya yang telah dilakukan guna antisipasi hal tersebut razia sajam dan himbauan untuk tidak ada yang membawa sajam dalam kota. untuk penyelesaian masalah pilkada kami kedepankan KPU dan Bawaslu.

Kita ketahui bersama bahwa semua unsur dalam 6 komitmen Pilkada damai dan bermartabat di ikat oleh aturan.

"Mari kita bersama – sama menjaga Pilkada yang demokratis dan bermartabat di Papua," pintahnya.

Sementara Karo Ops Polda Papua mengatakan, Kita ketahui bersama bahwa potensi konflik sudah mulai bermunculan, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Wakapolda bahwa dengan anggaran yang sangat besar kita memiliki tanggungjawab untuk mengamankan Pilkada serentak ini.

Ditegaskan, tugas kita adalah menjaga situasi kamtibmas tetap terjaga kondusif, dan untuk personil kita akan bekali dengan buku saku dalam menghadapi pengamanan Pilkada serentak dalam pengamanan.

Sedangkan Komisioner KPU Musa Sombuk mengatakan,  transportasi menjadi hal yang sangat penting, kendala di lapangan di daerah yang susah helikopter sangatlah susah dan harga sewa yang sangat mahal. Terkait dengan transportasi harus koordinasi.

Kata dia, para Kapolres harus diberikan tempat paling depan karena paling mengetahui kondisi di lapangan dan harus memposisikan diri sebagai komandan walau ada  di lapangan yang levelnya lebih tingggi dan Padal agar dapat mendorong Kapolres agar lebih aktif.

Sementara Ketua bawaslu Provinsi Papua mengatakan, terkait dengan proses pungut hitung yang sudah terjadi ada laporan pelanggaran dari Panwas. laporan itu disampaikan kepada Panwas paling lambat 7 harus sejak diketahui, dan apabila tidak ditanggapi maka Panwas akan disalahkan.

Diakatakan, batas penyelesaian pelaporan ke Panwas selama 5 hari. Dalam klarifikasi apabila pelapor tidak ada maka akan di stop tetapi apabila memenuhi syarat maka akan di tindak lanjuti. (**)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika