Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Wabup Mimika Tiba Dalam Sekejab, Palang Kantor Dishub Dibuka

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob ketika  mendengarkan langsung keluhan dari sejumlah pegawai honor Dishub yang melakukan aksi pemalangan kantor./ Foto : Tim/TabukaNews.Com

 

Timika,TabukaNews.com - Dalam sekejab, gembok dan tulisan yang terpasang di pintu masuk Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mimika dibuka, setelah Wakil Bupati Kabupaten Mimika Yohannes Rettob, tiba dan menemui ratusan honorer dan ASN di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Jalan C Heatubun, Kwamki Baru, Mimika, Papua. Senin (21/10).

Menurut Wakil Bupati bahwa aksi yang dilakukan para honorer ini menunjukan rasa ketidakpuasan mereka kepada Plt Kadis Perhubungan, sehingga akan kami sampaikan kepada Bupati Mimika untuk menyikapi tuntutan mereka ini. 

“Saya kira kita akan sikapi nanti secara detail persis sebenarnya masalah apa yang akan terjadi, kalau yang disampaikan ini bersifat umum, tapi saya mau tahu apakah masalah anak-anaknya tidak benar ataukah kepemimpinan, " Ucap Wabup usai menemui ratusan honorer di halaman Kantor Dishub. 

Wabup menyayangkan fenomena palang memalang kantor di daerah ini akan disikapi secara serius,  pasalnya dalam bulan ini saja sudah tiga OPD di lingkup pemda mimika ,melakukan hal yang sama, pertama di Disdukcapil kemudian Dinas Koperasi dan UMKM dan yang terakhir Dinas perhubungan, semua masalahnya yang sama yakni tidak puas dengan kinerja Plt Kadis masing masing. 

“Pemerintah akan seriusi supaya kedepannya tidak terjadi lagi hal yang sama. Kita akan evaluasi semuanya.Saya lebih cenderung lebih bagus jangan lakukan seperti ini tapi datang kepada kami dan bicarakan. " kata Wabup.

Jhon Rettob mengatakan, dengan adanya aksi pemalang yang menunjukan rasa ketidakpuasan bawahan kepada pimpinan ini, maka oleh karena itu sekarang bagaimana pemerintah secara keseluruhan melakukan rekonsiliasi kepada semua jajaran pemerintahan baik mulai dari pejabat sampai ke stafnya.

"Jadi intinya begini kita harus melayani sebagai pejabat, sebagai pegawai negeri, sebagai aparatur sipil negara kita harus melayani. Sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh aparat pemerintah, aparatur sipil negara baik PNS maupun non PNS, itu prinsipnya,"ungkapnya.

Untuk diketahui aksi pemalangan secara spontanitas oleh puluhan Aparatur Sipil Pemerintah (ASN)  dan pegawai honorer Senin (21/10) menuntut agar PLT Kepala Dinas oerhubungan dicopot dari jabatan, SPPD terus diluar daerah,selain itu pegawai honor meminta agar ada SK untuk mereka.

Dev Tatiratu selaku koordinator aksi saat ditemui mengatakan bahwa selama ini Kepala Dinas jarang berkantor dan ini sejak bulan Januari 2019. Bahkan Ia menilai banyak penyelewengan-penyelewengan yang terjadi yang dilakukan kepala Dinas  tersebut.

“Kami melakukan aksi ini karena Beliau sejak bulan Januari 2019 hingga sekarang ini jarang ada duduk dikantor dan melakukan koordinasi dengan kepala-kepala seksi atau pegawai lainnya yang ada dikantor ini,”tuturnya.

Hal ini menurut Dev Tatiratu, yang membuat para pegawai dan honorer merasa tidak nyaman dalam bekerja. Karena selama ini Kepala Dinas hanya datang sebentar dan tidak pernah memperdulikan pegawai- pegawainya. Selain itu menurutnya jika ada perjalanan dinas Kepala Dinas selalu berangkat sendiri dan tidak pernah berkoordinasi dengan Kepala-kepala seksi dan pegawai.

“Kita melihat tidak ada keadilan dan kenyamanan sampai dengan hari ini sampai kita merasa tidak enak dalam bekerja. Selain itu ada hal-hal lain yang tidak jelas mengenai pekerjaan proyek didinas dimana ada proyek yang dikerjakan oleh satu kontraktor,"ungkapnya.

Seperti yang disaksikan aksi tutup kantor ini dilakukan oleh sekitar 150 an lebih honorer yang saat ini bekerja di kantor dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, dengan menempel tulisan yang memprotes Plt Kadis Perhubungan Yan Slamat Purba, juga memasang rantai pada pintu masuk membuat sebagain ASN Dishub tidak bias masuk dan juga pelayanana tidak berjalan .

Tarik ulur pembukaan pintu it uterus diminta oleh pihak kepolisian untuk membuka namuan para honorer engan membuka pintu tersebut , seandainya dibuka dengan jeminan Plt maupun kepolisian segera hadirkan pejabat setingkat lebih tinggi dari Plt Kepala Dinas.

“kami bias buka pintu ini kami tidka lakukan anarkis namun dengan jaminan hadirkan penjabat yang lebih tinggi dari Plt Kadishub, minimal Wakil Bupati  Mimika,” Ujap Dev.

Setibanya Wakil Bupati sekitar pukul 11.30 WIT, langsung memerintahkan para honorer untuk membuka pintu dan gembok serta melepaskan atribut atautulisan pada pintu kantor.

Usai pintu di buka Wabup membuka sesi dialog dengan para honorer , menanyakan apa kemauan mereka hingga melakukan aksi pemalangan kantor tersebut. Setelah mendengar tuntutan dari perwakilan honorer, wabup langsung mengambil tindakan cepat dengan membuka diskusi secara tertutup bersama para pejabat dan staf Dinas Perhubungan Di ruang rapat yang dilaksanakan secara tertutup. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika