Main Area

Main

Ungkap Jaringan Abidin, Satresnarkoba Akan Kembangkan Rekaman Pembicaraan

Iptu Lorentius Kordiali / Foto : dok

TIMIKA, Tabukanews.com - Iptu Lorentius Kordiali selaku Kasat Narkoba Polres Mimika,mengatakan untuk mengungkap jaringannya tersangka Abidin pemilik dan pengedar shabu-shabu yang ada di Makasar, pihaknya akan mengembangkan hasil rekaman  pembicaraan antara tersangka dengan jaringannya.

"Ini tujuan supaya kita bisa mengetahui jalurnya tersangka kemana saja, karena bagaimanapun kita harus telusuri barang-barang itu dari siapa saja yang diperolehnya,"katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/7).

Dikatakan juga bahwa, pihaknya sudah mengirimkan sampel shabu-shabu ke Jayapura untuk dilakukan penelitian.

"Untuk mengetahui kandungannya,"katanya.

Dari hasil pengembangan terhadap tersangka, kata Kasat Narkoba, bahwa shabu-shabu milik tersangka diedarkan kekalangan orang yang sudah berkeluarga.

"Memang dari pengakuannya seperti itu, dan kalau untuk kalangan anak-anak sekolah itu diberikan. Dia juga mengakui kadang ada yang membutuhkan itu harus ditelepon terlebih dahulu,"katanya.

Untuk diketahui, tersangka ini ditangkap di salah satu kamar hotel yang ada di Timika pada Rabu (26/6) siang.

Sebelum tertangkap,pihaknya terlebih dahulu mendapatkan informasi bahwa tersangka sedang berada di hotel tersebut di kamar 123. Kemudian pihaknya langsung berkoordinasi dengan reception hotel tersebut untuk melakukan penggerebekan.

"Pada saat penggerebekan, pegawai hotel juga ikut bersama-sama dengan kita untuk menyaksikan,"terangnya.

Saat digerebek, kata Kasat Narkoba, didapatkan tersangka bersama seorang wanita dalam kamar hotel tersebut sedang mempersiapkan alat bong yang mau dipakainya sebelum berangkat ke Makasar.

"Jadi dari keterangan tersangka ternyata wanita itu hanya mau dipakai jasanya, kemudian disuruh pulang,"katanya.

Dari penggeledahan badan yang dilakukan Satresnarkoba, didapatkan 2 paket shabu-shabu. Kemudian dilakukan pengembangan lagi,tersangka mengakui ada 1 paket yang tersimpan di rumah saudaranya di SP2.

"Kita kesana dapatkan 1 paket dan total keseluruhan ada 3 gram yang dijadikan barang bukti,"ungkapnya.

Dari keterangan tersangka,mengedarkan shabu-shabu yang dibelinya dari Makasar dan dikirim melalui jasa pengiriman barang bukanlah baru pertama kali, melainkan sudah sering.

"Tanpa perantara, dia kerja sendiri. Dia beli dengan harga Rp1, 50 juta dan dijual dengan harga Rp2, 3 juta. Dia juga mengakui mengirimkan uang ke Makasar senilai Rp 35 juta dan mendapatkan shabu-shabu seberat 25 gram. Kita akan kembangkan lagi terkait uang tersebut,"ungkapnya.

Ditambahkan, Kasat Narkoba, bahwa tersangka selain mengedarkan shabu-shabu, tersangka juga kerap mengedarkan pil ekstasi.

"Tersangka kita kenakan pasal 112 ayat 1 dam 114 ayat 1, ancaman penjara maksimal 15 tahun,"ujarnya. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika