Main Area

Main

UD Putri Desi Ekspor Perdana 128 Kilo Kepiting ke Singapura

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettop menggunting pita tanda resmi pelepasan ekspor perdana kepiting bakau ke Singapura./ Foto : Tim/TabukaNews.Com

Timika,TabukaNews.Com- Sempat terhenti ekspor kepiting bakau ke luar Timika sejak bulan Agustus tahun 2018,UD Putri Desi akhirnya melakukan ekspor perdana 128 kepiting ke Singapura,melalui Bandara Mozes Kilangin Timika,Papua,Kamis (28/11).

Pimpinan UD Putri Desi, Hartati menerangkan bahwa sebenarnya ekspor kepiting bakau ini sudah sejak 2016 hingga 2018.

Namun kegiatan itu terhenti pada Agustus 2018 lantaran UD Putri Desi harus membenahi instalasi penampungan, pencucian dan limbah sesuai standar yang ditetapkan oleh pihak karantina perikanan agar mendapatkan sertifikat Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB).

"Sekarang kami Masih terus benahi instalasi supaya komoditas yang kami ekspor benar-benar mutunya berkualitas. Sekarang kami masih menunggu penerbitan sertifikat CKIB dan sertifikat instalasi yang dikeluarkan oleh pihak karantina perikanan. Kalau dua sertifikat itu sudah terbit dan masuk kelas B maka kami akan lakukan ekspor tiap hari,"terangnya.

Untuk komoditas kepiting bakau yang bisa diekspor yaitu dengan bobot lebih dari 500 gram.

"Pemesan kami dari Singapura hanya meminta kepiting dengan bobot 500 gram keatas sampai ukuran 1.000 gram. Mereka tidak mau yang ukuran kecil,"ungkap Hartati.

Kemudian untuk mendapatkan tangkapan kepiting yang akan diekspor,kata Hartati ,bahwa itu diperoleh dari nelayan yang berada didaerah Keakwa hingga Mimika Barat Jauh.

"Kita juga bekerjasama dengan Koperasi Perikanan Embiti yang membina sekitar 150 orang nelayan lokal yang tergabung pada 15 KUB,"ujarnya.

Disampaikan juga,bahwa harga kepiting bakau yang dibeli dari nelayan lokal di Timika bervariasi sesui ukuran mulai Rp65.000 untuk ukuran 500 gram, Rp90.000 untuk ukuran 900 gram dan Rp150.000 untuk ukuran lebih dari 1.000 gram.

"Kalau untuk di Singapura itu dihargai sekitar 24 Dollar Singapura atau sekitar Rp240.000 per kilogram,"ungkapnya.

Ia juga mengakui sangat rindu ingin mengekspor kepiting ke Cina namun terkendala karena masih memiliki gread C.

"Kami harapkan gread B supaya bisa masuk ke cina.Itu yg kami harapkan,"ucapnya.

Pelepasan eksport kepiting bakau perdana ke Singapura secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettop.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika gembira dan senang atas ada pengusaha-pengusaha dari Mimika yang bisa melakukan ekspor sampai keluar negeri.Semoga hari ini merupakan ekspor perdana dan tetap terus menerus berkesinambungan. Semoga ini menjadi langkah yang baik untuk kita berlakukan terus ekonomi mulai dari tingkat bawah sampai pengusaha,"ungkap Wabup.(Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika