Main Area

Main

Tujuh Atlit Rugby dari Timika Ikut TC di Jayapura

Timika. TabukaNews. Com – Sebanyak 7 atlet Rugby putra dan putri dari Mimika terpilih mengikuti Training center ( TC),  Atlet Rugby di Jayapura guna persiapan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON)  XX tahun 2020 mendatang.  

Ketujuh atlet ini terdiri atas 4 atlet putera dan 3 atlet putri. Mereka adalah Yakob Beanal, Tomi Bukaleng, Tinus Omaleng dan Ronald Demena. Sementara 3 puteri yang tergabung yakni Sisilia Sowai, Felisa Kogoya dan Maria Deda.

Sebelum melakukan keberangkatan pada Kamis (1/8) nanti, para atlet bersama Pelatih Kepala Tim Rugby Papua, George Deda dan Asisten George Ofide berpamitan di Kantor KONI Mimika disaksikan Ketua Harian KONI Mimika Cesar A Tunya dalam konferensi pers, Selasa (30/7) malam. 

Kepala pelatih Rugby George Deda mengatakan proses seleksi Tim Rugby Papua telah dilakukan sejak Oktober 2018. Seleksi mulai dilakukan pada kejuaraan Papua Open 2018 dan beberapa kejurnas lainnya.

“Selama ini TC Rugby dilakukan di tiga tempat yakni Jayapura, Mimika dan di Jakarta karena ada beberapa pemain kita yang mengikuti TC Timnas. Tanggal 3 Agustus nanti semua sudah kumpul di Jayapura untuk memulai proses TC,” ujarnya.

Deda mengatakan selain dari Timika, 16 atlet Rugby putera dan 16 atlet puteri yang telah terdaftar dalam TC Rugby juga berasal dari Kota dan Kabupaten Jayapura serta Kabupaten Merauke.

 

“Ada 7 atlet kita tergabung dalam Timnas putera-puteri Rugby Indonesia. Dua atlet dari Merauke merupakan atlet timnas putera. Sedangkan di timnas puteri ada lima atlit,” ungkapnya.

Dijelaskan, Cabang Olahraga (Cabor) Rugby untuk pertamakalinya akan disertakan pada PON 2020 di Papua dan akan diikuti oleh 6 provinsi ditambah Papua sebagai tuan rumah.

“Pada presentase setiap cabor PON Tim Provinsi Papua beberapa waktu lalu di Jayapura, kami sudah sampaikan bahwa target cabor Rugby Papua adalah meraih emas. Ini tugas yang berat tapi kami percaya kita bisa,” terang Deda.

 

Pada kesempatan itu Deda mengaku bahwa lawan terberat Tim PON Rugby Papua adalah Tim Rugby asal DKI, Jogjakarta dan Provinsi Bali.

“Bagi kami lawan terberat adalah DKI. Karena dalam beberapa kejurnas kami selalu ketemu mereka di partai final,” ujar Pelatih Kepala Tim Rugby Provinsi Papua, George Deda.

Sebagai pelatih, Deda juga menyampaikan beberapa program kerja yang telah disiapkan guna mempersiapkan timnya. Yakni program kerja dan program latihan yang terbagi atas program jangka panjang dan menengah.

“Tahun ini kami akan lakukan beberapa uji tanding. Setelah Turnamen Papua Open awal Agustus kami akan mengikuti kejuaraan di Bali pada 15 Oktober. Sebelum ke Bali, September nanti selama sebulan penuh kami lakukan persiapan di Jogja,” ungkapnya.

 

November hingga Maret 2019, Tim Rugby Papua akan memasuki program persiapan umum dan khusus. Mereka juga akan mengikuti kejuaraan di Jakarta sebagai uji tanding di awal tahun.

“Setelah dari Jakarta kami langsung ke Malaysia untuk TC dan akan mengikuti sejumlah kejuaraan disana hingga Agustus nanti. Kami sudah komunikasi dengan pengurus rugby di Malaysia tentang hal ini. Semua program kerja ini sudah kami presentasikan dan telah disetujui oleh pemprov dan KONI Papua,” jelasnya.

Menurut Deda, dalam menerapkan program latihan nanti ia lebih fokus pada peningkatan stamina dan daya tahan tubuh para atlet. Setelah matang, ia akan melanjutkan dengan peningkatan kekuatan dan kecepatan.

“Latihan lebih banyak ke fisik. Setelah itu penguatan ke mental. Di beberapa kejuaraan, mental selalu menjadi kelemahan kami dan hal ini rata-rata sudah diketuhi oleh lawan-lawan kita, terutama DKI dan Bali,” ujarnya.

“Habis Papua Open pada Agustus tahun depan kita akan evalausi tahap II jadi atlet yang tidak kompoten akan dikembalikan ke club masing-masing untuk dilakukan pembinaan lanjutan karena dari 16 atlet baik putera maupun puteri hanya 12 yang nantinya masuk tim putera dan puteri,” jelasnya.

 

George Deda mengatakan tugasnya sebagai pelatih kepala bukanlah hal yang mudah. Bersama asistennya, mereka juga dipilih melalui proses seleksi. Ia berharap ada dukungan dari seluruh masyarakat Mimika agar ia dan para atlet mampu mengharumkan Papua di PON 2020 nanti.

“Ini bukan pekerjaan yang mudah namun sebagai anak Papua kami siap menerima tanggungjawab ini. Kami mohon dukungan doa dari seluruh masyarakat Mimika dan Papua agar apa yang menjadi target dan harapan kita bersama di PON nanti dapat tercapai demi untuk kebanggan kita semua,” harapnya.

Sementara itu, mewakili Ketua Umum KONI Mimika Eltinus Omaleng, Ketua Harian  KONI Cesar A Tunya mengatakan bahwa sesuai amanah ketua umum, KONI Mimika akan memberikan perhatian lebih kepada semua atlet dari Mimika yang terpilih mengikuti TC PON 2020.

“Tanggungjawab utama melekat di pemprov dan KONI Papua namun kami juga akan memberikan perhatian tambahan kepada semua atlet asal Mimika. Kami tidak hanya fokus sebagai tuan rumah tapi juga kepada atlet. Kami sudah lakukan itu kepada atlet-atlet dari cabor lain yang saat ini TC di Jayapura,” ungkapnya.

 

Kepada para atlet, Cesar Tunya berpesan agar menjaga nama baik Kabupaten Mimika saat mengikuti TC di Jayapura. Ia mengatakan Cabor Rugby bukan hanya mengutamakan tenaga namun juga strategi.

Para atlet diminta untuk menjaga waktu istirahat, latihan dengan sungguh-sungguh, tetap rendah hati, sopan dan menghargai pelatih serta atlet dari kabupaten lain yang tergabung dalam Tim Rugby Papua.

“Kalian bawah nama semua masyarakat Mimika. Jaga itu baik-baik. Selalu harmonis dengan siapapun. Harapan kami Rugby Papua dapat meraih emas karena ini untuk pertamakalinya disertakan di PON dan dilakukan di Papua. Peluang kita lebih besar dari yang lain. Buktikan itu kepada Papua dan seuruh masyarakat Mimika,” terangnya.  (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika