Main Area

pesparawi xiii

Main

Tomas : Lima Komisioner KPUD Mimika Harus di Proses Hukum

Tiga Komisioner KPUD Mimika saat RDP dengan DPRD beberapa waktu lalu/ foto : dok Tabukanews.com

TIMIKA, TABUKANews.com - Proses hukum terkait lima Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Mimika masih terkatung-katung alias jalan di tempat. Untuk itu tokoh masyarakat (Tomas) Mimika meminta aparat penegak hukum segera proses hukum lima komisioner KPUD Mimika.

Mengenai hal itu Tokoh Masyarakat Mimika sekaligus kepala suku Amungme Aser Murib meminta tegas kepada Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua, Gakkumdu Provinsi Papua, Kapolres Mimika dan Dandim 1710 Mimika agar segera proses kelima Komisioner KPUD Mimika, Theodora Ocepina Magal (Ketua), Alfred Petu Petu( Divisi Hukum), Yoel Luis Rumakewi (Anggota), Reinhad Gobay (Anggota) Derek Motte (Anggota).

"Kelima komisioner ini sudah14 hari sudah menjadi tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen dan secara sengaja menghilangkan hak orang lain tidak mengikuti Pilkada Mimika, tetapi lucunya sekarang kelima komisioner suda kembaki aktif," tanyanya.

Ia menegaskan, kami dari tokoh masyarakat lima suku yang ada di Kabupaten Mimika mempertayakan status dari Komisioner KPUD Mimika.

"Kapolda Papua, Kejati Papua, Gakkumdu Provinsi Papua, Kapolres Mimika, dan Dandim 1710 Mimika harus menjelaskan masalah ini ke kami," tegasnya.

Kata dia, persoalan ini diulur - ulur terus, kami tidak mau ada kekecewan masyarakat Mimika akibat dari Pilkada. Untuk itu kami minta para Komisioner KPU Mimika segera diproses hukum.

"Timika ini dari tahun ke tahun Komisionernya tetap seperti ini terus dan bermasalah. Untuk itu secepatnya diproses hukum, karena kami masyarakat kecil sudah tahu kinerja dari Komisioner KPU," jelasnya.

Lanjutnya, sebagai masyarakat berpikir ada oknum - oknum tertentu yang terlibat yang mengatur semua ini. Sehingga Kapolda Papua, Kejaksaan Tinggi Jayapura, Gakkumdu Provinsi serta Kapolres untuk mengusut tuntas kasus Komisioner KPUD Mimika.

Kata dia, ini Negara hukum, kalau seperti ini terus Pilkada Mimika yang akan datang tetap seperti ini. Aparat keamanan tidak usah takut dengan isu-isu yang menghambat jalannya Pilkada, seebab di Timika belum ada Pilkada yang kacau.  Timika tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Mimika, Anton Yolemal meminta persoalaan Komisioner KPUD Mimika harus diusut tuntas. Persoalan lima komisioner ini dari Gakkumdu sudah selesai kemudian diserahkan ke Polres Mimika dan dilanjutkan ke Kejati Papua. Dan sampai saat ini kenapa Kejati Papua tidak mengeksekusi itu.

Harus tegakan hukum yang benar, kita minta agar penegak hukum harus terbuka ke masyarakat. jangan menutupi persoalan yang terjadi karena alasan situasi keamanan. Di Timika ini aman dan masyarakat ingin agar Plkada Mimika ini berjalan aman sampai pada pelantikan bupati terpilih. 

"Apalagi dari  Pusat telah mengatakan bahwa Timika siaga satu terkait Pilkada. Sehingga Penegak hukum jangan membuat sesuatu yang mengada ada," paparnya.

Sebenarnya, kata dia, tidak ada konflik terkait dengan Pilkada Mimika. Tetapi ada oknum - oknum tertentu yang melaporkan ke Pusat dan Provinsi bahwa ada konflik apabila ada salah satu pasangan calon tidak diikutkaan dalam peserta pilkada. Untuk itu aparat penegak hukum tidak menjadikan itu sebagai tolak ukur tetapi bagaimana menerapkan hukum yang baik kepada masyarakat. sebagaimana harapan dari masyarakat Mimika untuk Pilkada ini aman,sukses dan lancar. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika