Main Area

bayar pajak daerah
pesparawi xiii kab mimika

Main

Tolak Vaksin, Sekelompok Warga Demo di Kantor DPRD Mimika

 

Timika,TabukaNews.com - Kurang lebih sekitar 20 orang warga Mimika melakukan aksi demo di depan Kantor DPRD Mimika. Warga yang menyebutkan dirinya  sebagai masyarakat tujuh suku di Mimika  ini melakukan aksi  demo menolak vaksin.

Dalam tuntutanya disampaikan kepada DPRD Kabupaten Mimika tersebut terdapat beberapa poin diantaranya pertama kami masyarakat tujuh suku tidak mau divaksin, kedua pelayanan penerbangan sipil untuk wilayah Timika cukup Swab, ketiga pemerintah lebih khusus DPRD, Dinas Kesehatan dan Bupati Mimika jangan mengada-ngada Corona yang sudah habis dan kelima ambil kebijakan yang pas, jangan asal-asal dalam pengambilan suatu keputusan, keenam kami masyarakat tidak akan menerima vaksin kecuali swab.

Koordinator aksi demo Agus Bagau menegaskan bahwa pihaknya  dengan tegas menolak vaksinasi Covid-19  masyarakat Papua terutama kepada masyarakat  tujuh suku di Kabupaten Mimika. 

Usai melakukan aksinya, massa aksi lalu menyerahkan tuntutan tersebut kepada DPRD Kabupaten Mimika yang diterima Wakil Ketua Komisi C DPRD Mimika Martinus Walilo dan didampingi oleh anggota Komisi C DPRD Mimika, Julian Solosa dan Anggota Komisi B DPRD Mimika, Mathius Uwe Yanengga.

"Istri  dari bapak pendeta Obeth  divaksin  dan dia lumpuh di rumah. Mereka lihat sendiri dampaknya jadi tadi mereka datang untuk demo, " kata Martinus saat ditemui usia menerima aspirasi warga di Kantor DPRD Mimika Selasa (13 /7/2021). 

Oleh karena itu dirinya berharap agar Pemerintah  Kabupaten Mimika melalui dinas terkait dalam proses pemberian vaksinasi kepada masayarakat harus betul betul diperhatikan sehingga tidak membawa dampak yang buruk bagi penerima vaksin. 

"Mohon yang melakukan vaksin terhadap orang Papua, pastikan kesehatan mereka dulu apakah dia ada sakit penyerta  atau tidak, harus pastikan dulu, jangan sampai ada penyakit bawaan ketika divaksin akhirnya terjadi sesuatu,pasti kami disalahkan. Pemerintah jangan paksa. pastikan dulu baru di vaksin,"kata Marthinus. 

Martinus  mengatakan dalam orasinya masyarakat juga takut menerima vaksin dikarenakan proses vaksinasi tersebut dilakukan oleh TNI-Polri, oleh karena itu pentingnya dilakukan sosialisasi kepada masayarakat sehingga tidak menimbulkan kecurigaan ditengah masyarakat. 

Sementara itu anggota Komisi C DPRD Kabupaten Mimika Yulian Solosa mengatakan bahwa sosialisasi terkait vaksinasi harus terus dilakukan kepada masayarakat sehingga tidak menimbulkan keresahan ditengah masyarakat.

"Mereka tidak setuju kalau pihak aparat  melaksanakan vaksin. Tapi melalui kesempatan ini kita mau sampaikan bahwa perlu ada sosialisasi dan penyampaian akurat.Mungkin ditempat vaksin itu dicantumkan bahwa  yang melakukan vaksin ini tim medis dari kesehatan bukan aparat. Pemahaman masyarakat inikan beda beda, jadi kita berharap mungkin kalau boleh di tempat tempat vaksin juga dijelaskan bahwa yang melakukan vaksinasi itu dari pihak kesehatan,"kata Yulian. 

Dirinya juga meminta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika agar terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat juga betul betul memahami dengan baik terkait dengan kegiatan vaksinasi Covid-19. 

"Terkait vaksin ini  perlu ada penjelasan dan sosialisasi ke masyarakat bahwa yang datang vaksin ini benar benar-benar dia sehat jangan sampai ada sakit bawaan dan setelah disuntik jangan sampai ada masalah," kata Yulian. 

Yulian mengajak kepada seluruh masyarakat agar ditengah pendemi Covid-19 ini agar bersama sama menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Mimika karena dalam waktu dekat ini ada beberapa agenda besar yang akan dilaksanakan diantaranya PON XX tahun 2021 dan juga pelaksanaan Pesparawi XIII. (tim)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika