Main Area

Main

TNI Siap Berdialog Dengan Pimpinan KKSB Egianus Kogoya

Panglima TNI Marsekal hadi Tjahjato/ Foto:Tim

 

Timika, Tabukanews.com,Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pihaknya siap sedia membangun dialog dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya dengan cara berdialog untuk mencari solusi terbaik untuk situasi kemanan di Kabupaten Nduga setelah terjadi serangakaian kejadian hingga merugikan kedua pihak termasuk masyarakat.

"Saya siap berdialog dengan bapak Egianus Kogoya sehingga di Nduga, supaya ada suatu kedamaian, gereja-gereja bisa dibuka kembali sehingga masyarakat bisa hidup damai dan berdampingan, apa permasalahannya mari kita duduk bersama," kata Panglima saat ditemui di RPH usai bertatap muka dengan tokoh-tokoh Papua di Mimika, Rabu (28/8).

Ia menjelaskan, dialog merupakan cara yang terbaik agar pihak TNI bisa mengetahui permasalahan yang terjadi atau apa yang diinginkan oleh KKSB untuk dicarikan solusi, agar kedepan Papua bisa aman dan damai.

"Karena kalau saya tahu permasalahan dan kita bisa carikan solusinya, tentunya akan terjadi apa yang mereka inginkan untuk kami untuk wilayah Papua," jelasnya.

Ia berharap, tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan apabila duduk bersama untuk membicarakan permasalahan dan mencari solusi, sehingga pembangunan yang masuk ke Papua bisa tetap berjalan dan masyarakat bisa merasakan kesejahteraan.

"Nanti akan kita bicarakan, masih sama-sama menghargai letakan senjata apa permasalahannya kita penuhi itu yang kita inginkan, sehingga pembangunan yang ada disana berjalan dengan baik, karena pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Papua semua," harapnya.

Sementara itu terkait penarikan pasukan. Kata Panglima, TNI akan menarikan pasukan non organik apabila ada jaminan dari KKSB bahwa tidak ada gangguan keamanan di wilayah Nduga, baik masyarakat, pasukan organik yang melaksanakan tugas kewilayahan, pengamanan perbatasan dan pengamanan daerah rawan.

"Terkait permintaan penarikan pasukan itu nanti ada dialog, setelah ada jaminan bahwa tidak ada pertumpahan darah kemudian pasukan non organik bisa ditarik tidak ada gangguan kepada pasukan organik yang sedang melaksanakan operasi pengamanan daerah rawan perbatasan kalau tidak diganggu yah tidak apa-apa," ungkapnya. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika