Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

Tingkatkan Kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kejaksaan Timika dan Nabire

Tingkatkan Kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kejaksaan Timika dan Nabire/Foto : Tim 

Timika, TabukaNews.com - Dalam upaya meningkatkan kepatuhan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pelaku usaha yang berada di Kabupaten Mimika dan Nabire, Badan Penyelengara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bersinergi dengan Kejaksaan negeri Timika dan Nabire, dalam penegakan kepatuhan penyelenggaran program jaminan sosial ketenagakerjaan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman. 

Badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Timika kembali menggandeng institusi kejaksaan untuk meningkatkan kepatuhan pemberi kerja dalam penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan, upaya ini dilakukan karena hingga saat ini masih banyak perusahaan yang belum melindungi tenaga kerjanya melalui BPJS Ketenagakerjaan, juga banyak ituran yang belum tertagi mencapai Rp 3 milyar.

Menurut kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Timika, Dedy Mulyadi bahwa terkait kepatuhan dalam program BPJS, sehingga melakukan penjanjian bersama antara kejaksaan Timika dan Nabire untuk menyelengara program BPJS Ketenagakerjaan, tujuan untuk perusahana untuk patuh dalam  menyelengarakan program BPJS Ketenagakerjaan.

 “Meningkatkan kepatuhan dalam menyelengaraakan BPJS ketenagakerjaan,” Ujarnya

Menambajkan, melihat potensi pemberi kerja yang menunggak hingga 31 januari itu sekitar Rp 3 milyar masih menunggak baik perusahan menegah maupun kecil sehingga apabila tidak sesuai prosedur maka BPJS akan mengeluarkan surat kuasa kepada kejaksaan Negeri Timika maupun Nabire. 

“piutang kita hingga 31 januari ini sebesar Rp 3 Milyar sehingga badan usaha harus patuh dalam menyelengarakan dan seluruh pekerja harus terlindungi dalam bpjs ketenagakerjaan,” terangnya.

Diharapkan, upaya dalam menagih iuran tersebut apabila tidak terealisasi makan akan diserahkan kepada kepada kejaksaan Timika maupun Nabire.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Timika Muhammad Ridosan mengatakan dari Rp 500 juta itu sudah Rp 270 juta yang tertagih, sisanya piutang itu akan ditagih dan melakukan pemangilan kepada perusahan tersebut. juga akan melakukan sosialisasi kepada non ASN dan OPD baik melalui radio program Jaksa Menyapa.

“kita akan lakukan pemanggilan terhadap perusahan yang belum melakukan pembayaran iuran,” jelasnya. 

Selain itu, Kepala Kejaksaan Negeri Timika,Ramadani mengharapkan progres meningkat   dan melakukan evalausi dimana tahun 2019 sudah meningkatkan kepatuhan sebesar 51 persen, maka ditahun 2020 akan meningkatkan progres dan meningkatkan sinergitas meningkatakan kepatuhan di wialyah Kabupaten Nabire.

 “ditahun 2020 meningkatkan senergitas dalam meningkatkan kepatuhan di Kabupaten Nabire,” Jelasnya. (tim

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika