Main Area

Main

Tim DVI Polda Papua, Mengidentifikasi Dua Korban dari Empat Kantong Jenazah

Ketua Tim DVI, Kombes Pol drg. Agustinus Mulyanto Hardi T. pada press release yang digelar di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika,Kamis (26/9)Foto:Tim Tabukanews. com

Timika,TabukaNews.Com - Tim Disaster Victim Identification (DIV) Polda Papua,  baru berhasil mengidentifikasi dua korban dari empat kantong jenazah pesawat Twin Otter DHC 6-400 dengan nomor registrasi PK-CDC yang dilaksanakan di RSUD Mimika pada Rabu (25/9).

Ketua Tim DVI, Kombes Pol drg. Agustinus Mulyanto Hardi T. pada press release yang digelar di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika,Kamis (26/9),menerangkan,bahwa proses identifikasi yang berjalan kurang lebih enam jam,yang mana dimulai dari proses pemeriksaan dan rekolisiansi baru berhasil mengidentifikasi dua korban dari empat kantong jenazah yang dievakuasi dari TKP menuju RSUD Mimika.

"Jadi dari empat kantong jenazah itu berisi enam body parts (bagian tubuh). Dari enam body parts itu,body parts nomor 0003 dan 0004 terindentifikasi korban Bharada Hadi Utomo salah satu anggota resimen dua pelopor Polri. Kemudian body parts nomor 0005 terindentifikasi Dasep Sobirin sebagai pilot pesawat tersebut,"terangnya.

Disampaikannya, terindentifikasinya korban Bharada Hadi Utomo itu melalui pemeriksaan gigi yang merupakan alat bukti identifikasi primer serta melalui sidik jari. Sehingga dua alat identifikasi primer ini sangat cukup menentukan proses identifikasi ditambah properti.

"Jadi dua identifikasi primer dan dua identifikasi sekunder. Kemudian terindentifikasinya korban Dasep Sobirin

diperoleh dari sidik jari dan properti yang sangat kuat adalah cincin nikah,"ungkapnya.

Lanjutnya,dari tiga body parts yang sudah terindentifikasi dua korban,tinggal tiga body parts yang akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan DNA.

"Ini butuhkan waktu satu minggu. Pagi ini juga kita coba telusuri dari golongan darah dan memang golongan darah bukan alat identifikasi. Namun dengan jumlah korban yang sifatnya disaster itu bisa membantu, tapi tidak siknifikan,tapi bisa mengarah. Proses penyerahan jenazah sudah dilakukan semalam dan rencana pemberangkatan jenazah hari ini juga,"ujarnya.

Sementara dari pihak maskapai selaku Manager Operation PT Carpediem Aviasi Mandiri,Roy Yulius Rumuat,menyampaikan, bahwa untuk kedua jenazah yang sudah terindentifikasi telah diberangkatkan ke kampung halaman.

"Bharada Hadi Utomo sudah diberangkatkan ke Semarang untuk dilanjutkan ke rumah duka di daerah Palu dengan didampingi maskapai. Kemudian Dasep Sobirin diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat garuda GA 653 selanjutnya diantar ke rumah duka di Bekasi,"ungkapnya.

Untuk dua korban yang belum terindentifikasi,kata Roy, sedang diupayakan identifikasi.

"Kami juga tetap membantu tim KNKT untuk lakukan pencarian kotak hitam di lokasi kejadian,"katanya.

Dalam kesempatan tersebut,disampaikan juga bahwa pesawat tersebut ini beroperasi di Papua sejak bulan oktober tahun 2018. "Pesawat ini diproduksi dari tahun 2016 bulan Desember. Kalau untuk maskapai kami ini melayani untuk penumpang dan cargo ,dan untuk ijin operasinya atau yang disebut AOC nya 135, jadi bisa untuk carter dan juga bisa untuk penumpang serta barang,"ungkapnya.(Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika