Main Area

Main

Tiga Kubu Di Kwamki Narama Siap Lakukan Proses Perdamaian

Suasana Rapat pertemua Bupati Mimika, Kaporles, Dandim membahas soal perdamaian konflik yang terjadi di Kwamki Narama,di Pendopo Rumah Negara SP 3, Senin (16/4) malam. / Foto : Istimewa

TIMIKA,TABUKANews.com -  Sesuai dengan hasil pertemuan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi akhir-akhir ini di Distrik Kwamki Narama yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah, akhirnya disepakati bersama untuk melakukan proses perdamaian pada, Selasa (17/4) pukul 14.00 WIT, di lokasi Pompa Dua,  Distrik Kwamki Narama.

Dalam pertemuan di Pendopo, Rumah Negara antara lain Bupati Mimika, Eltinus Omaleng didampingi, Sekda Mimika, Ausilius You, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf. Windarto, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto.

Hadir pula, Asisten I Setda Mimika, Demianus Katiop, Kepala Badan Kesbangpol, Petrus L Koten serta beberapa  perwakilan dari Kubu Tengah dan Kubu Bawah, dan toko Agama serta toko  Sedangkan tidak hadirnya perwakilan dari Kubu Atas itu sudah diwakili oleh Kubu Bawah, sebab Kubu Bawah dan Kubu Atas adalah satu kelompok. 

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mengatakan bahwa, dari hasil pertemuan ini adalah sebagai bentuk tindaklanjut dari pemerintah memberikan waktu tiga hari sebelumnya kepada tiga kubu untuk duduk berembug menyelesaikan konflik ini.

"Jadi besok (hari ini-red) mereka mau berdama, sehingga besok (hari ini-red) itu akan berlangsung belah kayu, patah panah, bunuh babi dan jabat tangan. Ini tidak boleh ditunda-tunda lagi,"kata Eltinus.

Eltinus juga mengucapkan terimakasih atas kesepakatan bersama untuk berdamai.

"Dengan hadirnya perwakilan dari dua kubu ini, dimana kubu tengah dan kubu bawah yang sekaligus mewakili kubu atas ini sebagai pertanda baik untuk perdamaian,"ungkapnya.

Eltinus juga mendukung penuh apa yang disampaikan Kapolres Mimika bahwa akan menindak tegas kepada pihak-pihak yang tidak ingin berdamai.

"Saya dukung penuh apa yang disampaikan Kapolres, sehingga proses perdamaian berlangsung aman. Dan kedepannya itu Kwamki Narama aman, damai,"ucapnya.

Sedangkan, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, menyampaikan bahwa semua sudah mengarah sepakat untuk berdamai. Jadi apa yang disampaikan oleh perwakilan dari dua kubu itu akan kita pegang.

"Saya sudah datangi kubu atas dan mereka juga berniat damai. Jadi yang perlu kita atasi adalah pihak-pihak yang sengaja mengadu domba atau sengaja mau membatalkan perdamaian. Kita juga hargai niat baik Bupati yang sudah memfasilitasi untuk menyelesaikan persoalan ini,"ungkap Agung.

Kapolres Agung juga menambahkan bahwa, ada empat waemum kelompok atas yang tidak mau berdamai akan dilakukan pengejaran.

"Saya akan perintahkan anggota saya untuk keluarkan DPO terhadap empat waemum ini. Karena kita tidak main-main, sebab ini demi keamanan di Kwamki Narama,"ujar Agung.

Hal yang sama pula disampaikan oleh Dandim 1710 Mimika Letkol Inf. Windarto.

"Saya dukung dengan penegasan yang sudah disampaikan oleh Kapolres. Ini untuk kenyamanan, karena konflik ini sudah sering terjadi. Jadi perdamaian itu bukan sekedar seremonial saja, tapi dilaksanakan dengan baik dan seterusnya,"ucap Windarto.

Sebelumnya hal yang sama juga disampaikan oleh perwakilan dari Kubu Tengah dan Kubu Bawah yang juga mewakili Kubu Atas sudah bersepakat untuk berdamai. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika