Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

Tiga Kabupaten Tetangga Saling Klaim Grasberg PT Freeport

Asisten Bidang Tata Pemerintahan Kabupaten Mimika, Demianus Katiop/Foto : Tim Tabukanews.com

Timika, TabukaNews.com – Perebutan wilayah tambang emas Grasber PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga kini masih jadi perbincangan tiga Kabupaten tetangga yakni Kabupaten Puncak, Paniai, dan Intan Jaya yang mengklaim bahwa wilayah Grasberg masuk dalam wilayah kabupaten mereka.

Asisten Bidang Tata Pemerintahan Kabupaten Mimika, Demianus Katiop, mengatakan sesuai dengan Permendagri nomor 163 tahun 2004, tentang penentuan batas wilayah Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Paniai, Puncak Jaya, digunung Grasberg dan Sekitarnya, dan  UU 45, tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Mimika, Grasberg merupakan wilayah Kabupaten Mimika.

“Bagi mereka Pemerndagri nomor 163 tahun 2004 tidak menjadi dasar hukum, untuk itu ketiga Kabupaten agar tapal batas dan dengan titik koordinat harus dievalusi ulang dan dibuatkan dasar hukum yang baru,” ungkapnya.

Dijelaskan bahwa, sebelumnya ada delapan Kabupaten tetangga yang mengklaim sebagian wilayah Kabupaten Mimika merupakan wilayahnya, namun 5 Kabupaten diantaranya sudah diselesaikan, dan sudah ada kesepahaman, serta telah ditemukan titik koordinatnya.

Hanya saja, kata Damianus,  ada 3 Kabupaten tetanggga yang sampai hari  ini masih bersikeras dan mengkalaim bahwa sebagian wilayah Kabupaten Mimika yakni gunung Grasberg merupakan wilayah mereka.

Menurutnya, tentang koordinat grasberg kawasan pertambangan PTFI itu, ketiga 3 Kabupaten tersebut mengklaim dan mengusulkan agar titik koordinat harus ditarik vertical sehingga memotong koordinat batas wilayah Kabupaten Mimika, dan sebagian wilayah Grasberg diambil oleh 3 Kabupaten tersebut.

Menyikapi hal itu, Katiop menjelaskan bahwa, ketiga Kabupaten tetangga yang permasalahan tapal batas, dan sudah dilakukan pembahasan awal disitu dihadiri langsung oleh ke-3 pimpinan daerah (Bupati)  dan juga Kabupaten Mimika yang difasilitasi oleh Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemengdari.

“Pembahasan itu sudah lakukan 3 kali, dan hasil terakhirnya menunggu jawaban dari Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.” Ujarnya.

Lanjut Katiop, ketiga kabupaten itu mengklaim bahwa wilayah Grasberg merupakan hak ulayatnya mereka, namun kita tidak berbicara soal hak ulayat, kita berbicara soal tapal batas administratif batas wilayah suatu daerah, dan secara administrative itu merupakan wilayah Kabupaten Mimika.

“Hak ulayat itu boleh- boleh saja, tapi tidak mengganggu wilayah administrative, untuk Grasberg tetap merupakan wilayah Kabupaten Mimika yang tidak bisa diganggu. .” Ujarnya sambil mencontohkan sebagian masyarakat PNG memiliki hak ulayat di Indonesia, namun tidak membatasi tatanan batas administrative Negara. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika