Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Tidak Memenuhi Unsur,Polisi Hentikan Perkara Dugaan Penggelapan BBM

 Kasat Reskrim ketika menunjukan nomor segel dihadapan Kadisperindag,perwakilan PLN UP3 Timika pada Sabtu (16/11) di halaman Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika./Foto : Tim

Timika,TabukaNews.Com-Proses penyidikan perkara dugaan penggelapan BBM jenis solar tidak memenuhi unsur sehingga penyidik kepolisian Reskrim Polres Mimika menghentikan.

Dihentikan penyidikan dikarenakan tidak memenuhi unsur dimana telah dilakukan gelar perkara sebanyak dua kali pada Sabtu (16/11) dengan melibatkan pihak Disperindag, PLN UP3 Timika, dan PT Golden Bucket selaku transportir. Selain itu juga pihak PLN Timika dan perusahan merasa tidak dirugikan.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Agung Ananta,Sabtu (16/11) malam mengatakan bahwa, dari hasil pemeriksaan terhadap 8 saksi dan barang bukti 19 liter solar di dalam jiregen itu menyimpulkan kalau kasus ini tidak dapat dilanjutkan.

"Jadi dari hasil gelar perkara itu tidak terbukti dan tidak punya kekuatan dalam unsur pencurian dan penggelapan berdasarkan pasal 362 dan 378 KUHP,"katanya.

Kata Gusti bahwa dari hasil keterangan supir tanki tersebut,ternyata solar yang disedotnya itu berasal dari tanki kendaraan bukan dari tangki muatan.

"Jadi yang disedotnya itu bukan dari tangki muatan,dan kalau untuk segel yang ditemukan itu merupakan segel bekas dari penyaluran sebelum-sebelumnya,"katanya.

Kata Kasat juga bahwa untuk nilai ekonomisnya juga tidak memenuhi unsur mencapai Rp2,5 juta.

"Jadi menurut penjelasan sopir itu dari 19 liter ,dia lepas dengan harga Rp 5 ribu sehingga kerugian hanya Rp 100 ribu. Dan berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2012 itu tidak memenuhi unsur mencapai Rp2,5 juta,"katanya.

Sementara,Kepala Disperindag Mimika Bernadinus Songbes juga menuturkan hal yang sama,bahwa semua hasil dari analisa gelar perkara itu  tidak terbukti,dan terutama dari pihak perusahaan maupun PLN merasa tidak dirugikan.

 "Artinya dari hasil bahan bakar yang masuk ternyata jumlah dari 8000 yang masuk itu dari data yang sama sehingga dari hasil pemeriksaan bagi pihak PLN maupun pihak perusahaan merasa mereka tidak dirugikan. Maka dengan dasar itu kita tidak punya kekuatan,"katanya.

Disampaikan juga,bahwa pada gelar pertama ada hal yang masih kurang, sehingga atas petunjuk penyidik untuk kembali ke TKP.

"Sesudah itu kami diperiksa sebagai saksi untuk dimintai keterangan dan pada prinsipnya,"ungkapnya.

Dengan melakukan sidak,menurut Kadisperindag itu sudah menjawab semua keluhan masyarakat selama ini.

"Dengan kejadian ini kita akan tempatkan pegawai kita untuk mengawas lebih ketat,"ujarnya.

Sedangkan Harianto selaku manager bagian pembangkitan PLN UP3 Timika menyampaikan bahwa dengan kejadian ini pihaknya merasa tidak dirugikan.Namun kedepannya akan menjadi acuan dari PLN untuk lebih melakukan pengawasan.

"Karena kebutuhan BBM PLN itu sangat besar jadi perbulan itu biasa disuplai 4,5 juta kl.Kita juga punya SOP harus dilalui mobil tanki itu mulai dari Pertamina sampai PLN. Dimana kita lakukan cek segel,cek DO,cek fisik dan juga kita lakukan pengecekan pengeluaran BBM, karena pengeluaran BBM juga diukur dengan kilo meter dan apabila ada indikasi kekurangan maka otomatis di kilo meter akan menunjukannya,"terangnya.(Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika