Main Area

Main

Tidak Lapor Pemijat, Timung Bintang Mawar Disegel

Timung Bintang Mawar ketika di polisi line oleh petugas Satpol PP/ Foto:Tim/TabukaNews.Com

 

Timika,TabukaNews.com- Lantaran tidak pernah melaporkan dan memeriksa kesehatan para pekerjanya, salah satu tempat pijat, Timung Bintang Mawar yang berlokasi di Jalan Busiri Kabupaten Mimika terpaksa disegel, Jumat (11/10).

Penyegelan tempat pijat tersebut dilakukan petugas Bagian Program HIV-AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika  bersama Satpol PP serta aparat kepolisian.

Tindakan itu sekaligus penegakkan Perda Nomor 11 tahun 2007 yang mengatur tentang pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS dan IMS.

Sekedar mengingatkan, Perda tersebut sangat penting mengingat Mimika sudah berstatus endemis HIV-AIDS.

Penemuan kasus baru HIV-AIDS di Mimika dalam setahun rata-rata 400 dan 98 persen lebih penularannya melalui hubungan seksual.

Meski demikian, spot atau tempat transaksi seksual seperti timung, bar-club, cafe-karaoke, kos-kosan, spa, serta lokalisasi masih saja diwarnai pelanggaran. Pelanggaran paling sering ditemui adalah tidak melaporkan pekerja seks yang baru bekerja dan tidak rutin memeriksakan kesehatan.

"Ada orang baru mereka tidak melapor dan banyak yang begitu. Seharusnya maminya laporkan, karena mami di sini orang lama semua. Mereka paham ada Perda yang mengatur. Memang ada beberapa yang bandel dan tidak rutin periksa," kata Penanggung Jawab Program HIV-AIDS Dinkes Mimika, Yoan Tauran.

Menurut dia, alur kerja Perda HIV-AIDS sebenarnya sederhana. Setiap pekerja seks yang baru tiba wajib dilaporkan ke Program HIV-AIDS. Setelah melapor, pekerja seks bersangkutan diarahkan untuk memeriksakan kesehatannya di layanan kesehatan terdekat.

"Intinya, sebelum kerja harus sehat. Kalau diperiksa dan positif misalnya, maka yang bersangkutan pengobatan dulu selama dua minggu, setelah itu maminya tanggung jawab pulangkan. Kalau IMS, berobat dulu, sehat baru kerja, yang HIV tetap dipulangkan," katanya.

Selain mengatur kewajiban dalam Perda juga mengatur tentang ketentuan pidana. Pada pasal 14 misalnya mengatur pidana kurungan paling lama tiga bulan dan denda paling sedikit Rp 3 juta, paling banyak Rp 5 juta.

"Banyak yang sudah kena denda, uangnya masuk ke kas daerah," tambah Yoan lagi.

Untuk diketahui, bagian program HIV-AIDS Dinkes Mimika mendata sebanyak 540 pekerja seks yang mengadu nasib di Timika dan tersebar di beberapa tempat penyedia jasa layanan seks, seperti Timung 27 lokasi, bar-club 7 lokasi, cafe-karaoke 6 tempat, kos-kosan dan spa 7 lokasi, serta lokalisasi kilometer 10 sebanyak 21 wisma.(Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika