Main Area

Main

Terkait Penarikan Guru PNS Dari Yayasan, Menuai Berbagai Kritik

Wakil Ketua I Lemasko Gregorius Okoare dan Marianus Maknaipeku saat menggelar jumpa pers/ Foto: Ricky Lodar/Tabukanews.com

 

Timika, Tabukanews.com - Terkait dengan pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Jeni O Usmani terkait penarikan guru-guru PNS dari Sekolah Swasta, kembali mendapat kritikan dari lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) yang mana pernyataan tersebut telah melukai hati masyarakat Kamoro yang hidup dan berkembang melalui sekolah yang didirikan oleh gereja.

Wakil Ketua I Lemasko Gregorius Okoare mengatakan, pernyataan yang dikeluarkan oleh Yeni Usmani merupakan pernyataan yang mandul. Artinya, sebagai kadis tidak pantas berbicara seperti itu. Pasalnya secara tidak langsung ia pernah merasakan menjadi seorang pengajar yang mana permasalahan dasar yang terjadi di Mimika ialah tenaga pengajar.

Sehingga pernyataan tersebut, telah merusak citra pendidikan di Mimika.

"Kami nilai sebenarnya Kadis Pendidikan merusak citra pendidikan yang ada di Mimika," kata Gerry ketika menggelar jumpa pers di Hotel Serayu, Rabu (17/7).

Menurutnya, Kadis Pendidikan harus bertanggung jawab terhadap nasib anak-anak yang tidak akan menerima pelajaran setelah penarikan guru-guru PNS dari sekolah yayasan. Diketahui di Mimika terdapat 5 yayasan yang membantu pemerintah membuka lembaga pendidikan yakni YPPK, YPK, Yapis, YPA, dan YPPGI. Artinya, Kadis Pendidikan sudah punya solusi terkait dengan penarikan tersebut.

Ia menambahkan, kehadiran sekolah yayasan bukan mencari keuntungan melainkan karena misi kemanusiaan, membantu tugas pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan generasi bangsa hingga ke pedalaman di daerah yang sulit dijangkau oleh pemerintah.

"Kita tahu Yayasan disini bukan cuman Yayasan Katholik atau Kristen saja,tapi di Mimika juga ada Yayasan Muslim juga ada," terangnya.

Ia menegaskan, apabila persoalan tersebut tidak diselesaikan maka, dari pihak Lemasko akan mendatangkan puluhan ribu anak di seluruh wilayah pesisir yang bersekolah di sekolah yayasan dan akan menyerahkan kepada Kadis Pendidikan untuk diajar. Karena hal tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah melalui dinas Pendidikan.

Disisi lain dirinya menyayangkan ketegasan Bupati Mimika tidak bisa mencopot seorang Jeni Usmani. Hal tersebut menjadi tanda tanya, sebah dilihat dari track recordnya terdapat berbagai masalah yang ditimbulkan, dan menjadi sorotan semua pihak terkait dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan namun Kadis Pendidikan masih dipercaya untuk memimpin Dinas Pendidikan.

"Kenapa sampai Jeni tidak bisa dicopot dari jabatannya, sedangkan dia menimbulkan banyak masalah yang menjatuhkan wibawa pemerintah," katanya.

Sementara pada kesempatan yang sama, salah satu Tokoh masyarakat Kamoro Marianus Maknaipeku mengatakan, pernyataan dari ibu kadis kami selaku umat dari keluarga besar Yayasan di tanah Papua terlebih khusus di Mimika sangat mengecewakan dan melecehkan dunia pendidikan terlebih khusus masyarakat Kamoro yang notabene menjadi orang berkat sekolah yayasan sejak masa pendudukan Belanda di Papua (New Guinea) tahun 1927.

"Kami nilai pernyataan kadis ini sudah bertolak belakang dengan pernyataan Menteri Pendidikan, dan melecehkan kita sebagai pemilik dusun di tanah ini," ungkapnya.

Sebagai tindaklanjut, pihak Lemasko akan bertolak ke Jakarta untuk menyampaikan permasalahan tersebut kepada Kementrian Pendidikan, sehingga ada solusi dari permasalahan tersebut.

"Kita dalam waktu dekat juga akan ke Jakarta untuk ketemu dengan Menteri Pendidikan,"ungkapnya.(Jrl).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika