Main Area

Main

Tapal Batas Wilayah Harus Jadi Perhatian Serius Pemerintah

Anggota DPRD Mimika dari Partai Hanura Saleh Alhamid/ Foto: Tim/Tabukanews.com

Timika, Tabukanews.com - Anggota DPRD Mimika dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanua) Saleh Alhamid mengatakan, masalah tapal batas wilayah antara Kabupaten Mimika dan beberapa kabupaten tetangga harus menjadi perhatian khusus untuk diselesaikan apabila Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Tengah (PPT) telah disetujui oleh pemerintah pusat.

"Salah satu program pemerintah di tahun 2020 ini sejak saya di Komisi itu saya sudah sering perjuangkan masalah tapal batas," kata Saleh ketika ditemui di kantor DPRD Mimika, Kamis (28/11).

Menurutnya, tapal batas wilayah sangat penting apabila terjadi pemekaran DOB seperti Kabupaten Mimika yang akan menjadi Provinsi Papua Tengah pemerintah akan melihat batas wilayahnya.

"Tapal batas itu sangat penting dan ini menjadi perhatian serius pemerintah. Karena sudah ada didepan kita ini katanya sudah mau pemekaran Provinsi Papua Tengah," terangya.

Ia menjelaskan, ada beberapa distrik yang masuk di wilayah administrasi Kabupaten Mimika kini telah dicalplok oleh kabupaten lain, dan ini menjadi persoalan serius yang harus diselesaikan oleh pemerintah Provinsi.

"Tapal batas wilayah itukan sekarang ini tidak jelas, bahkan ada indikasi beberapa distrrik yang ada di wilayah Mimika kesannya di caplok, tapi untuk membuktikan itu semua dibutuhkan peta wilayah dan itu harus diselesaikan," jelasnya.

Pada DPRD Mimika periode 2014-2019 Komisi A pernah menyinggung tentang persoalan batas wilayah untuk diselesaikan, sehingga kedudukan suatu wilayah jelas masuk di kabupaten mana, namun karena terkendala anggaran sehingga persoalan tersebut tidak kunjung ditindaklanjuti. Oleh sebab itu dirinya mengusulkan kepada tim anggaran Pemkab Mimika untuk menganggarkan kembali untuk penyelesaian batas wilayah. Karena ada beberapa hal yang perlu dilakukan.

"Kami dari Komisi A sering koordinasi supaya anggaran tapal batas ini dinaikkan karena dibutuhkan pemetaaan dan foto udara, kita tidak bisa pergi dan hanya bilang ini punya kita tanpa ada dasar," kata Saleh. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika