Main Area

Main

Tanpa Lisensi, Jangan Berharap Pelatih di Pakai di PON

Sekum Koni Papua, Kenius Kogoya didamping wakil ketua Binpres, Saharudin Ita saat menyampaikan araha mewakili ketua KONI pada acara pelatihan dan penyegaran pelatih di Hotel Sahid, Jumat (10/8).

 

JAYAPURA, TABUKANews.com - Untuk ke dua kalinya, KONI Papua menggelar pelatihan dan Penyegaran Pelatih di Hotel Sahid, Entrop. Lewat Penyegaran pelatih ini diharapkan semua pelatih Cabor PON XX Tahun 2020 dapat menyiapkan atlet-atlet untuk mengikuti TC PON yang rencanya dilaksanakan minggu ke dua bulan Agustus ini.

 

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, M.Si mengatakan efektif pelaksanaan PON di Papua tinggal 2 tahun lagi. Jadi pertanyaan langkah apa yang diambil pelatih dalam rangka menyiapkan atlet, khusus menghadapi persiapan TC. Oleh karena itu, ia minta semua pelatih agar menyuusun jadwal latihan dengan sebaik-baiknya. Memang ia juga mengakui bahwa membentuk atlet berprestasi tidak mudah. Sebab bisa saja pelatih melihat atletnya baik-baik saja, tetapi terkadang pelatih tidak menyadari ketika dilakukan test fisik dan test kesehatan. Hasilnya jauh dari yang diharapkan.

 

Untuk itu, Kenius meminta kepada pelatih untuk menyiapkan atlet masuk TC. "Minggu kedua ini kita akan masukan atlet masuk TC. Dari 48 cabor yang kita masukan data ke Koni pusat. 1 cabor yakni cabor Bolwing tidak ikut karena sampai sekarang  pengprovnya tidak ada di Papua. Kami juga tidak mau Papua dibebani biaya yang cukup besar. Sementara emasnya diperebutkan oleh daerah lain," tegasnya.

 

Ingat kata Kenius, waktu pelaksanan PON 2020 kini semakin dekat. Oleh karena itu semua cabor harus mempersiapkan atlet dengan sebaik-baiknya yakni melalui latihan yang baik." Cabor perorangan, Kita akan prioritaskan kirim ke Luar negeri untuk mengikuti latihan. Jadi kita harapkan semua pelatih selalu kerjasama. 

 

Kenius memberikan warning kepada pelatih. Lantaran pelatih yang menangani atlet-atlet di PON adalah pelatih yang memiliki sertifikat atau mengantongi lisensi. 

 

"Kita akan verifikasi pelatih, setiap pelatih harus memiliki lisensi. Jadi bagi pelatih yang tidak miliki lisensi. Mohon maaf kita tidak akan pakai sebagai atlet di PON 2020. Kita akan lebih tegas," tegas Kenius.

 

Lebih lanjut dikatakanya, kedepan KONI akan melakukan pelatih untuk cabor akurasi bela diri dan lain-lain. "Jadi saya minta semua pelatih yang akan mengikuti penyegaran pelatihan selama 2 hari ini dapat mengikutinya dengan baik," tandasnya.

 

Penyegaran pelatih di hadiri 27 pelatih 47 cabor.

 

Sehebat apapun kata Beny Maniani, S. Sos,  program yang disusun pelatih, jika atlet tidak punya kemauan untuk melakukan program latihan yang disusun pelatih. Maka tetap akan sia-sia. Demikian juga sebaliknya sehebat apapun lisensi yang dimiliki pelatih, jika tidak ditopang kemauan yang keras.

 "Jangan berharap hasilnya bisa di capai dengan baik," imbuhnya.

 Penyegaran akan berlangsung selama 2 hari yakni Jumat-Sabtu (10/11). Turut hadir para pengurus KONI Papua. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika