Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Takut Berdampak Buruk, Lokalisasi KM 10 Harus Terpisah Dari Perkampungan

Kepala Kampung Kadun Jaya, Elias Yawa/Foto : Tim

TIMIKA, TABUKANews.com - Dengan alasan takut mempengaruhi tumbuh kembang anak-anak disekitar lokalisasi KM 10, Kampung Kadun Jaya, Distrik Wania, warga diminta untuk meninggalkan perkampungan dan tinggal terpisah dari para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sehari-hari menjajakan tubuh mereka kepada pria hidung belang.

Kepala Kampung Kadun Jaya, Elias Yawa saat ditemui wartawan di KM 13, Minggu (3/2) mengatakan, bahwa niat tersebut tumbuh dalam hatinya, karena merasa prihatin melihat anak-anak kecil yang hidup bersama dengan para PSK.

“Ini akan berdampak buruk bagi perkembangan mereka dimasa yang akan datang, karena mereka sehari-hari melihat wanita-wanita yang menjual diri mereka kepada para lelaki. Ini adalah contoh yang tidak benar,” tuturnya.

Dikatakan pula, bahwa dengan membaurnya masyarakat dengan para PSK tersebut, juga mempengaruhi pola piker anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Dipertontonkan dengan kebiasaan buruk tiap hari, akan mempengaruhi pemahaman mereka tentang dunia PSK.

“Bisa saja mereka bertumbuh dengan pemahaman, bahwa menjadi PSK itu adalah pekerjaan yang halal dan tidak berbahaya. Pola pikir anak-anak dengan orang dewasa sangatlah berbeda. Mereka lebih cenderung sebagai peniru. Apa yang mereka lihat sehari-hari, akan mempengaruhi sebagian besar pemahaman serta pola pikir mereka,” ungkapnya.

Sebelumnya, wacana tersebut pernah dicetuskan oleh Bupati Mimika untuk memisahkan warga dengan para PSK di lokalisasi KM 10 tersebut, hanya saja wacana tersebut disalah artikan oleh warga maupun PSK.

“Pak bupati pernah tanya ke saya kapan mau dipindahkan, tapi saya jawab itu tergantung ke kebijakan bapak sebagai bupati. Tapi kami sangat mendukung rencana itu, agar warga dan PSK tinggal terpisah,” imbuhnya. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika