Main Area

pesparawi xiii

Main

Stok BBM Menipis, Kuota Untuk SPBU dan PLN Dibatasi

Aktivitas pengisian BBM di Jober Pertamina di Poumako / Foto: Ricky Lodar Tabukanews.com

Timika, Tabukanews.com - Mengantisipasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Timika, akibat adanya kapal pengangkut BBM yang dalam perbaikan, membuat pihak Pertamina membatasi kuota untuk setiap SPBU dan juga PLN sampai adanya pengiriman BBM untuk Timika.

Petugas Penerimaan dan Penimbunan pada PT Issue Prima Perkasa Wahyudi membenarkan adanya kelangkaan BBM di Timika sejak dua minggu terakhir baik Premium, Pertalite, Solar maupun Kero, sehingga untuk kuota di masing-masing SPBU dikurangi.

"Secara generalnya saya sampaikan bahwa kelangkaan BBM di SPBU memang dibatasi karena mengingat stok yang ada di kami (Pertamina) di Timika lagi menipis khususnya Solar, premium, pertalite dan kero," kata Wahyudi kepada wartawan di ruangan meeting kantor PT Issue yang berlokasi di Paomako, selasa (09/10).

Wahyudi menjelaskan, akibat kapal yang dalam proses perbaikan membuat pendistribusian BBM ke beberapa SPBU di kota timika maupun PLN dibatasi menjadi 8 ton hingga 16 ton, dan berbeda dari hari normal yang pendistribusiannya mencapai 32 ton perhari.

"Salah satu penyebab menipisnya persediaan BBM itu karena keterlambatan kapal yang membawa BBM ke Timika karena ada satu kapal yang perbaikan, sehingga terjadi keterlambatan penyaluran BBM ke setiap SPBU yang ada di Kota Timika," jelasnya.

Ia mengungkapkan, saat ini ketersediaan BBM di lokasi penampungan di Paomako kini tersisa 400 ton yang diperkirakan bisa mencukupi kebutuhan di Mimika untuk 6 hari kedepan sambil menunggu pengangkutan BBM ke Timika, sehingga untuk pendistribusian dibatasi dengan kuota yang sedikit agar bisa mencukupi.

"Jadi untuk sementara waktu kami tidak memberikan sesuai permintaan dari SPBU. Karena kami juga menjaga kestabilan ketersediaan BBM di Timika, akhirnya kami membatasi masing-masing mendapat 8 ton baik Premium, Pertalite dan lain-lain," jelasnya.

Sementara itu ditanya terkait kapal tanker yang masuk ke Timika dalam sebulan. Kata dia, dalam sebulan kapal pengangkut BBM yang masuk ke Timika sebanyak 7 sampai 8 kali, namun untuk bulan ini baru dua kali masuk. Dan diperkirakan hari minggu ada satu buah kapal pengangkut solar yang akan masuk ke Timika.

"Biasanya kapal masuk di Timika itu 7 sampai 8 kapal per bulan, bulan kemarin sampai saat ini memang kapal sangat kurang masuk di Timika. salah satu kendalanya adalah ada beberapa kapal yang tidak masuk lagi di Timika," katanya.

Dirinya berharap, dengan kelangkaan BBM di Timika, masyarakat tidak mempergunakan kesempatan tersebut untuk menimbun dan menjual BBM dengan harga mahal, sehingga stok BBM yang ada bisa mencukupi hingga ada kapal pengangkut BBM masuk.

"Harapan kami kepada masyarakat agar mohon bersabar masalah distribusi BBM ke setiap SPBU.  Kami berupaya untuk melayani sebaik mungkin jadi saat ini kita tunggu sampai kapal yang mengangkut BBM ini kalau sudah tiba di Timika maka kami kembali normalkan BBM," harapnya. (Jrl).

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika