Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

Stok BBM di Timika Aman Selama Puasa Hingga Idul Fitri

Foto bersama wartawan Timika dan keluarga besar Pertamina Timika/ Foto : Ricky Lodar


TIMIKA, Tabukanews.com - Brasto Galih Nugroho, Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR VIII Pertamina Maluku Papua, menyatakan bahwa stok BBM untuk Kabupaten Mimika selama bulan puasa hingga Idul Fiti nanti mencukupi untuk pasokan kebutuhan masyarakat.

Brasto bahkan menegaskan, selain Timika, 7 kabupaten lainnya yang juga mendapatkan pelayanan BBM dari Jober Timika yakni, Kabupaten Puncak Jaya, Yahukimo, Tolikara, Nduga, Membramo Tengah dan Yalimo ketersediaan BBM juga normal.

“Untuk Timika saja, premium yang kita sediakan ada 861 kiloliter (kl), minyak tanah 320 kl, solar 1836 kl. Sementara pertamax 1011 kl dan avtur 1649 kl. Untuk Timika sangat aman jadi tidak ada kendala,” ujarnya usai berbuka puasa dengan awak media Timika di Oriental, Jalan Budi Utomo, Selasa (28/5).

Bahkan, siang tadi kapal Borneo Perkasa yang membawah BBM dari Wayame, Maluku telah tiba di pelabuhan Pomako. Kapal ini membawa BBM jenis  avtur, bio solar dan pertamax.

“Stok saat ini aman. Bahkan 1 Juni nanti akan masuk 3 kapal ke Jober Timika membawa pasokan premium, kero dan bio solar. Jadi ada penambahan BBM. Masyarakat tidak usah khawatir karena kita sudah siapkan semuanya,” ungkapnya.

Didampingi Pjs supervisor Jober Timika, Sefnat Wairoi, ia mengatakan, sejak 21 Mei hingga 20 Juni 2019, Pertamina Marketing Operation Region VIII yang membawahi empat provinsi yakni Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku  Utara telah membentuk tim satgas Idul Fitri 1440.

“Kita sudah bentuk satgas yang terdiri dari 48 personel dan 547 personel operasional. Tim satgas ini tersebar di kantor region MOR VIII di Jayapura, 20 terminal BBM dan 1 Jober di Timika. Sementara Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) ada 11,” jelasnya.

Dikatakan, tim satga bertugas untuk memonitor stock dan memonitor penyaluran BBM setiap hari di masing-masing lokasi.
Selain itu, manajemen operational juga rutin melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan ketersediaan stok di daerah-daerah.

“Secara keseluruhan, dari sisi penyaluran di empat provinsi ini, untuk gas olin (premium, pertalet dan pertamax) dipredikasi ada kenaikan sebesar 1,8 persen. Sementara untuk gas oil (solar, dexler) justru turun 20 persen karena banyak industri libur di masa lebaran ini. Kalau aftur ada kenaikan 3 persen, sedangkan elpiji turun sekitar 10 persen,” jelasnya. (Tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika