Main Area

Main

SMK Yapis Tampilkan 4 Inovasi pada Lomba Cipta TTG 2018

TIMIKA, TABUKANews.com - SMK Yapis Timika Juara Lomba Cipta Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2017 dengan inovasi membuat antena multi fungsi, kembali menunjukan bahwa sekolah ini mampu melahirkan anak-anak berbakat dalam menciptakan teknologi multi guna.

 

TTG 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Rabu (15/8) kemarin, dari 13 inovasi yang ditampilkan, SMK YAPIS Timika kali ini menampilkan 4 kategori sekaligus, yakni inovasi jam multi fungsi, smart stick tunanetra, smart home dan pendeteksi ketinggian air.

 

Selain SMK YAPIS, Joseph Sandari Dincling menampilkan dua kreasi inovasi yakni alat press sagu dan tangki gas yang dapat menarik air dari ketinggian.

 

Dasimin dari Kampung Limau Asri Barat menampilkan inovasi budidaya jamur pangan lokal, TP-PKK Mimika menampilkan inovasi daur ulang dari kertas bekas untuk pembuatan vas bunga, piring mangkok dan beberapa kreasi lainnya. Arfan Afara membuat kincir angin dari sepeda bekas yang dapat mengeluarkan listrik. SMK Negeri 1 Mimika memperagakan ciptaan mereka yakni penghematan listrik dengan pemanfaatn industri magnet.

 

Sementara itu, Sri Lestari dari SP 7 menampilkan duar ulang limbah bekas gelas air dari koran bekas, Riyanto dari Serui Mekar membuat inovasi alat musik dari limbah. Zainab membuat ice cream dari sagu dan Mama-mama Kampung Pomako membuat lulur dan puding dari buah mangrove,

 

Lomba kemarin yang dipusatkan di halaman Kantor DPMK, juga menghadirkan 7 juri dari beberapa OPD Pemda Mimika yakni, DPMK, Dinas Kesehatan, Pekerjaan Umum dan Lingkungan Hidup.

 

Sekretaris DPMK, Yahni Fithriyani dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan TTG bertujuan untuk memberi stimulan dan menjaring berbagai ide kreasi dan kreatifitas dari masyarakat Mimika dalam menunjang pengembangan di bidang ekonomi.

 

“Ini kegiatan rutin kita setiap tahun. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan peralatan mesin dan listrik saja tetapi juga teknologi proses atau produk untuk menambah pendapatan ekonomi,” ujarnya.

 

Dikatakan, pemenang lomba ini setiap tahunnya akan mewakili kabupaten untuk tingkat provinsi. Jika terpilih di Provinsi, akan mewakili di ajang nasional.

 

“Tahun ini rencananya di Bali. Kalau tidak ada halangan, juara Provinsi dari SMK YAPIS dan juga juara kabupaten akan kita ikut sertakan ke Bali,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Yapis, Sahaka Rumagia, S.Kom, M.Si  mengatakan, sebenarnya ada lima inovasi yang mereka daftarkan. Namun ada satu inovasi yang alat penunjangnya rusak sehingga harus dipesan dari Jakarta.

 

“Sebenarnya inovasi seperti ini banyak di sekolah tapi kita tidak bisa daftarkan semua sekaligus. Ini semua berawal dari ide anak-anak, tugas kami adalah terus mendorong mereka karena kita anggap inovasi anak itu bagian dari bakat mereka. Kita selalu berikan dukungan penuh kepada mereka termasuk finansial supaya ke depan mereke bisa berprestasi, tidak hanya di dalam kelas saja. Kalau mereka berhasil, sudah jelas sebagai guru kita pasti bangga,” ujarnya.

 

Sementara itu, terkait dengan Lomba Cipta TTG Nasional 2018 yang akan diikuti SMK YAPIS yang mewakili Provinsi Papua, Rumagia mengatakan pihaknya sejauh ini terus memberikan penguatan dalam inovasi termasuk kecakapan komunikasi bagi anak didiknya.

 

“Kita persiapan lebih pada bagaimana merampingkan inovasi kemarin, kemudian cara presentasi anak-anak juga dimatangkan karena ini tingkat nasional dan mereka harus kita siapkan semaksimal mungkin. Alat-alat mereka juga kita upgrade . untuk sementara kita tetap menunggu apakah biaya nanti untuk tingkat nasional, kita tercove oleh pemerintah provinsi atau seperti apa. Tapi untuk kesiapan, anak-anak sudah sangat siap,” ungkapnya. (Mjr/TB)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika