Main Area

Main

Sitkamtibmas Mimika Kondusif, Lemasko Minta Kapolres Agung Marlianto Jangan Pindah

Wakil Ketua 1 Lemasko Gregorius Okoare (kanan) dan Marianus Maknapieku (kiri)/ Foto: Ricky Lodar/Tabukanews.com

 

 

 

Timika, Tabukanews.com -  Kinerja Kepolisian Resor Mimika dibawa kepemimpinan AKBP Agung Marlianto mendapat apresiasi dari berbagai pihak salah satunya pihak Lemasko yang menilai Kapolres Mimika telah berhasil menciptakan Situasi Keamanan dan Ketertiban (Sitkamtibmas) di Kabupaten Mimika berkat adanya sinergitas dari berbagai elemen.

 

Waket I Lemasko, Gregorius Okoare memberikan apresiasi bahwa Timika dalam barometer tingkat kekacauan sudah sangat menurun sejak Kapolres Agung bertugas sehingga dari zona merah menjadi hijau. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada Kapolda Papua dan Kapolri agar tidak memindahkan Kapolres Mimika.

 

Ia mengakui, setiap anggota Kepolisian yang menjabat pada salah satu jabatan bukan merupakan jabatan abadi, namun perlu menjadi pertimbangan pimpinan Polri bahwa, AKBP Agung Marlianto telah merubah paradigma Timika tiap minggu kacau, yang mana dari zona merah menjadi zona hijau.

 

"Kami minta kepada Kapolda dan Kapolri jangan pindahkan Kapolres ini supaya yang bisa perang hukum, begal dan kejahatan lainnya bisa menurun," kata Geri di Hotel Serayu, Rabu (17/7).

 

Beberapa contoh tindakan yang dilakukan seperti pembongkaran bangunan yang serng digunakan sebagai praktek perjudian yang sering meresahkan masyarakat, memulangkan warga yang hendak membawa konflik di wilayah pegunungan ke Kabupaten Mimika, menindak tegas oknum warga yang membawa saham dan masih banyak lagi upaya yang dilakukan.

 

"Kami berterimakasih kepada Kapolres dan jajarannya sehingga judi king itu berkurang. Kami mau supaya benar-benar dibasmi,"tuturnya.

 

Pada kesempatan yang sama Tokoh masyarakat Kamoro, Marianus Maknaipeku mengaku, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto agar jangan dulu dipindahkan karena masih banyak tugas yang harus dijalankan di Timika. Masyarakat Mimika mau sosok yang tegas dan bertanggungjawab.

 

Selanjutnya ia mengharapkan agar Kepolisian terus mendata setiap oknum-oknum dari kabupaten lain yang datang membuat keoanaran di Mimika. Sebab, sebagian besar konflik di Mimika merupakan ulah dari yang bukan merupakan warga asli Mimika

 

"Kemarin-kemarin ini warga pendatang dari Ilaga yang mau datang konflik di Timika langsung diamankan. Itu luar biasa dan sekarang kami percayakan untuk tuntaskan peroslan Miras," jelasnya. (Jrl).

 

 

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika