Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Selamat Jalan Mgr Jhon Philip Saklil Pr

Uskup keusukupan Timika dan juga Administrator Apostolik Keuskupan Merauke,  Mgr Johanes Philip Saklil Pr/Foto : Istimewa

 

Timika,  TabukaNews. Com - Uskup keusukupan Timika dan juga Administrator Apostolik Keuskupan Merauke,  Mgr Johanes Philip Saklil Pr,  Sabtu (3/8/19).  Menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika. 

Informasi yang diperoleh uskup berusia 59 tahun ini telah menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Uskup Saklil, yang lahir di Kokonao, Mimika Barat, Mimika, Papua, pada 20 Maret 1960 adalah uskup pertama Keuskupan Timika, yang mekar dari Keuskupan Jayapura.

Ia mulai memimpin sejak ditahbiskan pada 18 April 2004 oleh  Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM sebagai Penahbis Utama, didampingi oleh Uskup Agung Emeritus Merauke, Mgr. Jacobus Duivenvoorde, MSC dan Uskup Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM.

Sebagai uskup, ia memilih moto “Parate viam Domini” (Mat 3:3, par. Mrk 1:3, Luk 3:4).

Sejak 27 Juli lalu, ia juga ditetapkan Vatikan sebagai administrator apostolik Keuskupan Agung Merauke pasca Vatikan membebastugaskan Mgr Nicolaus Adi Seputra MSC.

Uskup Saklil sempat jatuh sebelum dilarikan ke RSMM Timika

Uskup Timika, Papua John Philip Saklil Pr dilaporkan sempat jatuh di depan Kantor Keuskupan Timika Kompleks Rumah Transit Bobaigo, Jalan Cenderawasih Timika sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika, Sabtu.

Ketua Unio Imam Projo Keuskupan Timika dan Papua Pastor Domi Hodo Pr, mengatakan Uskup Saklil jatuh saat sedang berbincang dengan seorang imam dari Keuskupan Agung Merauke.

"Saya mendapat informasi bahwa bapak uskup sempat jatuh di lantai dan langsung tidak sadarkan diri. Saat itu beliau hendak pergi makan siang di Rumah Uskup persis di samping Kantor Keuskupan Timika. Sopir pribadi bapak uskup bersama seorang pastor langsung membawa lari beliau ke RSMM," kata Pastor Domi.

Setiba di UGD RSMM Timika, tim medis rumah sakit yang terdiri atas sejumlah dokter dan perawat langsung memberikan pertolongan dengan cara memompa jantung Mgr John Saklil.

"Saya menyaksikan sendiri bagaimana tim medis RSMM berupaya memberikan pertolongan. Para dokter dan perawat berkali-kali memompa jantung bapak uskup. Karena kondisi beliau semakin kritis, bapak uskup dipindahkan ke ruangan sebelah (ruangan ICU), namun semua upaya itu tidak berhasil. Bapak Uskup Saklil dinyatakan meninggal sekitar pukul 14.16 WIT," jelas Pastor Domi.

Sebelum meninggal, Uskup Saklil sempat mendapatkan Sakramen Minyak Suci dari Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Pastor Amandus Rahadat Pr.

Pastor Domi mengatakan Uskup Saklil memiliki riwayat penyakit gula atau diabetes, namun selama ini tidak ada keluhan sama sekali.

"Dalam situasi yang sangat mengagetkan ini, umat Katolik Keuskupan Timika harus rela melepas kepergian Bapak Uskup John Saklil. Kepergian Bapak Uskup Saklil dengan cara seperti ini merupakan kehendak Tuhan, bapak uskup tidak mau merepotkan umat," kata Pastor Domi.

Umat Katolik Timika Sedih Merasa Kehilangan

Umat katolik di timika merasa sedih dan kehilangan sosok pemimpin yang renda hati dan disegani ini namun juga humoris ini.

Ucapan tyrut berbela sungkawa ramai menghiasi media sosial,  beberapa kutipan bahkan video yang  dibagikan umat salah satu contoh,  video seka bersama,  dimana uskup yang menciptakan lagu itu dan menari seka bersama dengan OMK,  itu membuat banyak pujian dari warga net yang kagum dengan sosok uskup yang sangat dekat dengan umat. 

Ada juga yang mengutip beberapa pwrnyataan uskup yang memperjuabgjan hak orang asli papua untuk jangan tertindas di tanah sendiri.  “orang papua stop jual tanah, “ kutipan yang sering disampaikan dalam khotbah. 

Ada juga warga net yang merasa kehilangan sosok mengayomi masyarakat,  “sudah tidak ada lagi sombar untuk suku kamoro dan amungne ooh siooo. “ ungkap Edita di halaman facebook. 

Bahkan pada saat di kamar jenasah ribuan warga turut hadir melihat hingga mengantar almahrum yang mulia uskup ke kapel di bobaigo. 

Rencna minggu siang jenasah almarhum ditempatkan di gereja katedral tiga raja selama seminggu dan kepastian pemakaman menunggu kepastian dari waligeraja.  (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika