Main Area

Main

Sebarkan Isu Dengan Akun Palsu, JB dan GPTM Diancam 6 Tahun Penjara

Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto/Foto : Tim

Timika,TabukaNews.Com- Menyebarkan isu udengan menggunakan akun Facebk Palus untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan ataui kelompok ditengah masyarakat, dua tersangka masing masing berinisial JB dan GPTM diancam dengan hukuman enam tahun penjara. 

Selain diancam enam tahun penjara sebagaimana melanggar Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, JB dan GPRM juga dikenakan denda Rp 1 miliar.

Hal ini ditegaskan Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto dengan didampingi Wakapolres,Kompol I Nyoman Punia, Kasat Reskrim,AKP I Gusti Agung Ananta Pratama, dengan menghadirkan kedua tersangka pada kegiatan press release yang berlangsung di Mako Polres Mimika ,Jumat (27/9).

AKBP Agung Marlianto,mengakui pengungkapan terhadap dua tersangka atas kasus ini betul-betul harus diantisipasi karena menyebarkan isu yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok.

Dalam press release tersebut diterangkan, bahwa modus operandi yang dilakukan oleh tersangka JB alias J ini adalah mengomentari status yang telah di posting oleh O-M di FB yang menuliskan seolah-olah TNI/Polri tidak diundang dalam kegiatan Rakerda 3 Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di SP12 daerah Iwaka dan tanpa ijin langsung masuk dalam gereja. 

"Padahal dalam kegiatan tersebut Kapolsek Kuala Kencana diundang oleh salah satu Pendeta ,dan dikesempatan itu juga diminta berikan himbauan kamtibmas,"terang Kapolres.

Kata Kapolres, bahwa tersangka JB yang mengomentari status O-M dalam akun palsunya bernama "Waanogong Nao" itu menuliskan "kepentingan apa ko naik ke Mimbar? Manusia tidak tahu diri dan sopan santun, ko mati boleh tidak berguna, tidak tau menghargai tempat ibadah.

"Ini ujaran kebencian yang menimbulkan terjadinya adu domba antara masyarakat asli dengan institusi Polri.O leh karena itu tersangka ditangkap di seputaran SP3 tanggal 25 September,"katanya.

Sedangkan terhadap tersangka GPRM, kata Kapolres, bahwa kasus tersebut merupakan kasus dengan modus yang serupa dengan memposting status tentang penghinaaan kepada Institusi Kepolisian.

"Tersangka GPRM ini juga pakai akun palsu dengan nama Inho Rana yang menuliskan 

'Kalo mau pukul polisi itu liat-liat dulu. kalo polisi su tua, tra usah dipukul... masi ada rasa kasian.... Tapi kalo polisi yang muda-muda ysng baru masuk... Itu pukul sampe dong hancur... karena biasa yang baru-baru itu paling bikin diri jadi..'

Selain kedua tersangka,polisi juga mengamankan barang bukti dari tangan kedua tersangka berupa1 (Satu) unit Hp merk Samsung J6 warna hitam dengan nomor HP : 082199113377,dan 1 (satu) unit HP merek VIVO Y69 warna hitam dengan nomor HP: 0821 9843 3710. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika