Main Area

Main

Sebanyak 23 Orang Pembawa Sajam Diamankan

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK. MH / Foto : Dok Tabukanews.com

 

TIMIKA, TABUKANews.com - Guna mengurangi konflik yang terjadi di Kwamki Narama, Kepolisian Resort Mimika terus melakukan penyisiran terhadap warga yang kedapatan membawa senjata tajam seperti panah dan parang.

Hal ini terbukti, sebanyak 23 warga telah diamankan pihak kepolisian dimana 12 orang diantaranya terbukti membawa sajam di wilayah Kwamki Narama pada Selasa (17/4) dan sekitar pukul 03.00-05.00 WIT.

"Ke 23 orang tersebut merupakan hasil pnyisiran kita berdasarkan komitmen kemarin ketika rapat untuk perdamaian dan mereka yamg tidak hadir mengatakan tidak mau berdamai. Dengan berbagai alasan mereka menolak untuk berdamai seperti jumlah korban belum memenuhi hingga belum ada ganti rugi kepala," kata Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto saat ditemui wartawan di Kantor Distrik Kwamki Narama, Selasa (17/4)

Katanya, pada prinsipnya, pihaknya memang mendukung adat, akan tetapi

ketika adat menjadi dasar dilakukan perang hingga menimbulkan korban tentunya hal itu tidak bisa diterima karena ini adalah hukum posiatif.

"Tidak ada satu alasan pun yang membenarkan bahwa ada kelompok orang bisa menghabiskan nyawa orang lain. Hak hidup itu kita jamin. Untuk itu, negara harus hadir," jelasnya.

Oleh karenanya, siapa pun yang tidak setuju berdamai dengan dalih apapun harus dilakukan penegakan hukum. Dan itu  dibuktikan dengan mengamankan ke 23 warga Kwami Narama ini.

Lanjutnya, ke 23 orang ini semuanya berasal dari kubu atas dan tiga diantaranya adalah waimum.

"Kita juga sudah memberikan waktu selama tiga hari kepada empat waimum untuk menyerah yaitu Hosea, Seanus, Lea dan Lemi. Kalau besok dia tidak hadir pukul 10.00 WIT, kita akan lakukan perburuan terhadap yang bersangkutan dan kita akan menerbitkan DPO. Nantinya ini akan dilimpahkan Ke Jayapura," ujarnya.

Diakuinya, pasal yang akan dikenakan kepada pelaku dilihat dari tindakannya seperti melakukan pengancaman kepada petugas, atau dia hanya membawa sajam, melakukan penghasutan, menyampaikan ujaran kebencian atau bahkan provokasi tentunya semuanya itu akan dikenakan pasal.

"Intinya, dari 23 orang ini tidak akan kita lepaskan dan kini semuanya berada di Polsek Mimika Baru,"jelasnya.

Adapun pelaku yang membawa panah dan parang yakni Elisa Agabal, Demtinus Alom, Pinus Alom, Natan Magai, Potinus agabal, Noni Agabal, Arianus Murib,  Semi Agabal, Odon Magai, Pinus Magai, Minus Onggomang dan Melki Onggomang. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika