Main Area

bayar pajak daerah
pesparawi xiii kab mimika
PON XX Papua

Main

Roberto Asso Peraih Emas Papua Tarung Derajat "Saya Yakin Tuhan Ijinkan Pukulan Lingkar Dalam Untuk Tumbangkan Raja KO Tarung Derajat Aceh"

Timika, TabukaNews.com - Pukulan lingkar dalam yang digunakan Roberto Asso dalam Laga Finalnya melawan petarung Aceh, Kandar Hasan di kategori putra Kelas 70,1-75 Kg Cabang Olahraga Tarung Derajat, sepertinya diyakini Robertus Asso sebagai bagian dari jamahan Tuhan bagi dirinya untuk menumbangkan raja KO Tarung Derajat asal Aceh itu di PON XX Papua yang digelar di GSG Eme Neme Yauware, Selasa (12/10). 

"Saya yakin itu bantuan Tuhan karena sebelum bertanding itu, Pelatih Maker kasih tahu saya bahwa 'Kau ini penentu buat kita Papua Juara Umum', jadi saat itu saya berdoa,"Tuhan jika Tuhan ijinkan maka saya akan menangkan pertarungan ini. Saat itu yang ada dalam pikiran saya adalah bagaimana saya bisa mengambil peluang dalam menghadapi lawan yang sangat senior dari saya itu. Dia itu Raja KO di Tarung Derajat tapi puji Tuhan karena Tuhanlah yang telah memampukan saya untuk menumbangkan dia di Final PON XX Papua ini," cerita Roberto Asso yang mengaku mulai berlatih serius Tarung Derajat sejak 2018 silam. 

Sosok anak tertua dari pasangan Bapak Yano Asso dan Mama Lusia Lokobal kelahiran Wamena, 10 Januari 1999 ini bertutur banyak hal ihwal dirinya saat dijumpai Tim Humas PPM PON XX Papua Sub Klaster Mimika di Kuala Kencana Mimika, Kamis 14/10). 

Mulai menekuni Cabor Tarung Derajat sejak 2018, Roberto Asso mengaku aslinya dimulai dsri latihan Pencak Silat sejak Tahun 2015 saat masih duduk di SMA Taruna Bhakti Kotaraja. Saat itu kebertulan ada Pelatih Cabor Wushu yang datang ke SMA Taruna Bhakti mencari bibit Atlet Cabor Wushu di kelas 75 Kg. "Kebetulan saat itu hanya saya saja yanh beratnya pas di 75 Kg, jadi ya sudah saya dipanggil ke KONI untuk mendaftarkan nama. Jadi saya dafi Silat pindah ke Wushu. Saat itu saya dipersiapkan untuk mengikuti PON XIX di Jawa Barat Tahun 2018 tapi karena saat itu saya tidak jadi diikutkan," ungkapnya mengenang. 

Setelah itu, aku Roberto, dirinya dipanggil untuk persiapan PON XX di tahun 2019 oleh Pelatih Cabor Wushu, Soebadio dan dirinya sempat juga diikutkan pada Kejurnas Wushu di DI Yogyakarta tahun 2018 itu dan di akhir tahun itu juga saya harus kembali ke Papua karena persoalan mis komhnikasi dengan Tim Wushu Papua saat itu.

Saat kembali ke Papua di tahun 2018 akhir itulah, Roberto Asso atas saran seniornya yang juga adalah Ketua KONI Papua Kenius Wonda bahkan salah satu Official Cabor Tarung Derajat Athenus Wenda, Roberto Asso mulai menekuni Cabor Tarung Derajat didalam bimbingan Pelatih Manu Maker dan diterima sebagai salah satu Atlet Tatung Derajat. 

"Jadi dari November 2018 itulah, saya mulai mengikuti latihan Cabor Tarung Derajat ini dalam proses Training Center (TC) berjalan dan belum terpusat. Kami layihan sederhana saja di rumahnya Bapak Pelatih di Kotaraja dan saya tetap tekuni setiap hari dari Perumnas II Waena saya harus latihan ke Kotaraja setiap sore," tuturnya. 

Saat disinggung soal apakah yang ada dala. Benaknya saat saat menumbangkan si Raja KO Tarung Derajat asal DI Aceh Darulsallam itu, Roberti yang masjh beusia 26 tahun itupun kemvali menuturkan, saat itu yang saya pikirkan apa yang sudah disampaikan Pelatih sebelumnya bahwa,"Roberto dalam pertandingan Final ini, kalau kau berhasil dapat Emas itu berarti kita Papua sudah Juara Umum. Jadi saya jadi tolak ukur, kalau saya kalah beraryi Bali dapat Juara Umum. Jadi saat itulah saya bicara dalam hati kepada Tuhan, "Ya Tuhan kalau memang Tuhan ijinkan saya mewakili Tuan Rumah jadi Juara beratti sebentar saya akan buktikan." Jadi saya hanya percaya itu dan saya masuk arena dan saya lihat saya punya lawan ini juga senior dan kita tahu kalah dia ini sering menang dengan KO terus, jadi saya masuk itu saya sudah dia pu gaya main, saya mau rapat tapj dia ka  lebih lj cah di kaki sedangkan kita orang Papua ini kan saya rasa basic kita itu ada di tangan. Jadi saya mau rapat dia sepertinya sudah tahu kalau saya ini basucnya tangan jadi dia jaga juga. Saya mah menjauh tapi dia kakinya ljncah juga. Nah, pas saya lihat dia mau masuk serang saya dan saya juga sudah terpojok maka begitu dia masukan tendangan saya lihat dia lengah dan saya manfaatkan Pukulan Lingkar Dalam dan pas mengenai rahang kirinya yang sekaligus menjatuhkannya. Saya bersyukur kepada Tuhan yang sudah menolong saya menyelesaikan pertandingan Final itu dan memberikan kami kesempatan Juara Umum untuk Tarung Derajat ini," ucap Roberto Asso tersenyum tipis ceriah. 

Meski begitu, Roberto juga merendah mengakui kalau sebelumnya, sang petarung Aceh itu memang sudah melemahkannya dengan serangan pada bagian kemaluan dan bagian belakang kepala Roberto Asso juga. "Jadi saya juga sebenarnya sudah melemah tapi Tuhan memang berkehendak lain bahwa saya harus menangkan pertandingan dan Papua harus juara umjm Yarung Derajat ini," katanya berseri. 

Menyikapi kemenangan perdananya di Final Tarung Derajat Kelas 70, 1-75 Kg PON XX Papua di klaster Mimika ini, Roberto juga menegSkan kesiapannya untuk terus berkarier di Cabor Tarung Derajat ini demi keharuman nama Papua ini.

"Kemarin usai pertandingan itu juga, Sang Guru Badai sempat bertemu dan sampaikan ke saya untuk tetap tekun berlatih karena dalam waktu dekat juga akan ada Sea Games di Bali maupun Asean Games di Vietnam, jadi mereka berharap itu. Jadi mungkin akan dipanggil dan saya selalu akan siap saja untuk terus berlatih dan mendengarkan apa arahan pelatih dan pengurus soal semua informasi rencana itu," katanya singkat. 

Sementara rencananya terkait dengan janji rangsangan berupa bonus prestasi yang sudah dijanjikan Gubernur Lukas Enembe, Roberto mengakui, "Puji Tuhan jika Bapa Gubernur memang memberikan itu maka pertama memang saya pikir untuk memberikan kepada Gereja dan Tuhan itu harus  dan sisanya untuk ucapan syukur membantu memperbaiki rumah orangtua dan juga bantuan bagi adik-adik yang masih sekolah. Saya juga ada rencana untuk bangun usaha," ungkap Roberto merendah. 

Baginya Cabor Tarung Derajat sudah menjadi bagian dalam kehidupannya, sehingga kepada sesama rekan atlet dirinya jhga mengingatkan bahwa hidup ini terus berputar jadi jangan pernah putus asa.

"Apa yang selalu sudah diajarkan Bapa Manu Maker selaku pelatih agar kita harus bisa selalu rendah hati, terima apa adanua dan tidak boleh pernah mengeluh, itu sangat penting. Hari ini saya ada diatas tapi suatu saat ada rekan-rekan lain yang juga bsia berada di puncak karier nya. Kita semua harus terus berjuang dan tenru saja dengan berdoa selalu," tuturnya mengakhir perbincangan bersama. 

Roberto Asso memang layak diacungi jempol karena selajn menjadi penentu akhir Papua sebagai Juara Umum Cabor Tarung Derajat dalam PON XX di Klaster Mimika, dirinha juga yang masib sangat belia memiliki semangat tangguh layaknya Petarung yang diam bukan berarti mudah ditaklukkan. Sukses buat Roberto Asso sukses buat Cabor Tarung Derajat Papua dan tenru saja DPC Tarung Derajat Mimika.(Sam Nussy/Humas PPM)

 

 

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika