Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Reses Robby Kamaniel Omaleng, Warga Kelurahan Dingo Narama Keluhkan Perbaikan Drainase dan Pengerukan Sungai

Anggota DPRD Mimika Robby Kamaniel Omaleng foto bersama dengan warga di Jalan Elang/Foto : Tim


TIMIKA, Tabukanews.com - Robby Kamaniel Omaleng, SIP MA selaku Anggota DPRD Kabupaten Mimika Komisi C melakukan kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 2. Penjaringan aspirasi masyarakat (reses) pertama dilaksanakan di Kelurahan Dingo Narama Distrik Mimika Baru, Rabu (10/4).

Kegiatan reses yang berlangsung tepatnya di Jalan Elang ini terlaksana dalam suasana kekerabatan dan kekeluargaan. Masyarakat yang hadir mengusulkan untuk perbaikan sarana drainase dan pengerukan sungai. Sementara aspirasi lainya yakni masyarakat berharap agar bisa diakomodir dalam bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan.

Mengenai aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, Robby mengatakan jika usul yang sama ini masih terus disampaikan.

Walaupun pemerintah daerah kini tengah menggiatkan pembangunan sarana dan prasarana untuk kepentingan hajat Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, namun Robby tetap berharap agar apa yang menjadi usulan masyarakat khususnya yang langsung berhubungan dengan kehidupan sehari-hari ini tetap tidak ditinggalkan.

"Masyarakat memang selalu usul masalah perbaikan sarana drainase, pengerukan sungai, ini memang sedang dilaksanakan oleh pemerintah, namun saat ini pemerintah tengah fokus untuk sarana PON, namun jika ada kegiatan-kegiatan yang sangat menyentuh langsung ke masyarakat, saya harap ini tetap menjadi perhatian dari masyarakat,"kata Robby.

Dari usulan masyarakat ini, Politisi Partai Golkar ini akan menampungnya untuk menjadi usulan yang akan diteruskan kepada pemerintah daerah. Sebagai anggota dewan yang sudah paham akan keinginan masyarakatnya ini, Robby meyakinkan jika ke depanya setelah pelaksanaan PON 2020, pembangunan sarana fisik yang langsung menyentuh masyarakat bisa terlaksana.

Dikatakanya, reses ini sendiri merupakan kewajiban dari semua anggota DPRD untuk turun langsung ke Dapilnya masing-masing guna melaksanakan penjaringan aspirasi masyarakat. 

"Ini merupakan kewajiban kami sebagai anggota DPRD Kabupaten Mimika, Dapil saya di sini maka saya reses bagaimana untuk kita menjaring aspirasi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Maryam Dangeubun yang tinggal di RT 1. mengatakan sarana drainase di sekitar kelurahan Dingo Narama ini masih belum maksimal. Jika hujan lebat, maka dapat dipastikan genangan air akan memenuhi lingkungan tempat tinggalnya.

"Kami minta pemerintah bisa lihat drainase, banyak yang sudah rusak, jadi kalau hujan deras, air tersumbat jadi banjir di sekitar tempat tinggal kami," ujarnya.

Maryam juga menyebutkan jika selama enam tahun tinggal di kelurahan Dingo Narama, ia yang datang dari Merauke belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Padahal, ia termasuk warga yang kurang mampu dan membutuhkan dukungan dari pemerintah agar lebih berdaya.

Tidak jauh dari apa yang diusulkan oleh Maryam, salah satu warga yakni Titus Kobogau dari RT 9 mengatakan pihaknya membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk pengerukan sungai. Di mana, warga sekitar RT 9 terus dibayangi dengan banjir karena sungai yang ada di sekitar tempat tinggal mereka sudah dipenuhi dengan sampah.

"Rumah yang saya bangun dulu berdasarkan ketinggian tanah sekitar. Namun sekarang, banjir terus. Kami mohon kali yang dekat pemukiman kami bisa dibersihkan agar kami tidak terkeba dampak banjir," jelasnya.

Ditambahkan Titus, walaupun mempunyai permasalahan mengenai kondisi lingkungan, namun pemerintah maupun anggota dewan tidak datang melihat langsung ke masyarakat. Namun, dengan kegiatan reses yang dilakukan oleh Robby Omaleng ini sangat baik karena bisa langsung mendengar keluhan masyarakat.

"Saya apresiasi karena baru pertama ada anggota dewan yang datang lihat kami, terima kasih pak Robby Omaleng, semoga setelah ini apa yang jadi usulan kami bisa diperhatikan oleh pemerintah," jelasnya.

Ini memang masih terus perbaikan. Dalam DPA memang sudah ada kegiatan lanjutan untuk pembangunan sarana drainase namun kita belum pastikan apakah akomodir kawasan ini.

Untuk sarana sungai yang banyak digenangi sampah, memang ini harus diperhatikan. Saya sudah ajukan program pembersihan sungai, namun harus pakai alat yang besar. Itupun baru bisa dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang. 

Kita bisa berdayakan masyarakat kita sendiri untuk pengerjaan proyek pembersihan sungai ini. Saya sudah masukan ke prokir untuk pengerukan sungai namun belum diakomodir karena tahun ini pemerintah fokus gunakan anggaran untuk PON.(Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika