Putus Mata Rantai Covid-19, Semua Guru Wajib Ikut Vaksin

 Putus Mata Rantai Covid-19, Semua Guru Wajib Ikut Vaksin

Timika,TabukaNews.com - Beredarnya kabar mengenai puluhan tenaga pendidik yang menolak untuk divaksin mendapat sorotan dari berbagai kalangan masyarakat Mimika. Salah satunya adalah Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob.

Ditemui sejumlah wartawan di Hotel Horison Diana beberapa waktu lalu, John Rettob menyayangkan aksi penolakan dari sejumlah guru yang tidak mau mengikuti anjuran pemerintah untuk mengikuti vaksinasi.

“Kini pemerintah sedang berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga kita sebagai pelayan public diwajibkan untuk divaksin, sehingga bisa menjadi contoh nyata bagi masyarakat untuk tidak lagi takut divaksin,” tuturnya.

Dijelaskan, bahwa pada dasarnya pemerintah ingin berbuat baik kepada rakyatnya, agar bisa terbebas dari pandemi Covid-19.

“Mana ada pemerintah yang mau mencelakai warganya. Ini dibuat untuk kebaikan orang banyak. Tapi kembali lagi, bahwa itu adalah hak pribadi yang tidak bisa dipaksa. Tapi saya mau katakana, vaksin saja karena itu tidak berbahaya,” paparnya.

Juga disayangkan karena puluhan guru (52)  tersebut didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang secara tidak langsung menolak program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Diketahui, bahwa secara bertahap pemerintah kini mulai memberikan ijin kepada pihak sekolah untuk kembali mengaktifkan pembelajaran secara tatap muka, namun persyaratannya adalah para tenaga pendidik wajib divaksin. (Evan)

Idul Fitri 1 Syawal 1443 H

dprd kabupaten mimika
keluarga johannes rettob
bpkad kabupaten mimika
kesbangpol kabupaten mimika
perhubungan kabupaten mimika
dprd kabupaten mimika
tanaman pangan kabupaten mimika
pendapatan daerah kabupaten mimika
tp-pkk kabupaten mimika
kampung nawaripi

Tentang Kami

Memberikan informasi yang benar karena kami Berpihak Pada Kebenaran yang Jernihnya Nyata