Main Area

Main

Puluhan Guru Kontrak dan Mahasiswa Ikut Pelatihan Literasi

TIMIKA, TABUKANews.com - Puluhan guru kontrak dan mahasiswa Kolese Pendidikan Guru (KPG) Mimika mengikuti pelatihan lierasi agar kelak para guru dapat mengajar dikelas awal yakni kelas satu,dua dan tiga agar siswa dapat mengenal lebih cepat membaca, menulis da menghitung (3M). 

Pelatihan  literasi ini dengan tujuan mengentaskan 3M di sekolah-sekolah terlebih dikelas awal.  Pelatihan ini kerjasama Dinas Pendidikan (Dispend) Kabupaten Mimika dengan dengan YP2KP (Unicef). Kegiatan ini berlangsung selama lima hari mulai Senin (29/1) hingga Jumat (2/2) di Sentra Pendidikan Mimika. 

Pelatihan ini Dispend menggandeng pemateri  dari  YP2KP (unicef).   Setelah pelatihan ini para guru dapat menerapkan materi literasi disekolah masing-masing. 

Pelatihan dibuka Kepala Dinas Pendidikan (Kadispend) Mimika,  Jenny O Usmani. Dalam sambutannya Jenny mengatakan,  menjadi tanggung jawab Dispend  untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Mimika.  Paling tidak pendidikan di kelas awal siswa harus tuntas dengan 3M. Ukuran awal keberhasilan itu dulu, tuntas 3M di kelas awal, karena kelas tinggi mata pelajarannya hanya mengulang saja. 

Saat kelas awal diswa lancar membaca, lancar menulis dan lancar menghitung tidak sulit bagi guru untuk menerapkan ilmu pada kelas tinggi. Makanya, melalui pelatihan literasi selama beberapa hari, para guru dibekali dengan ilmu literasi sehingga ketika kembali ke sekolah masing-masing mereka bisa terapkan ke siswa mereka.   

“Bukan rahasia lagi, kalau di Mimika, angka buta aksara masih tinggi. Itu berarti anak-anak usia sekolah tidak tuntas 3M. Jika baca tulis dan menghitung (3M) saja siswa kita tidak tuntas, maka ada syaraf motorik yang nantinya tidak berfungsi dengan baik.  Anak usia kelas 3 SD sudah harus  tuntas baca tulis dan menghitungnya,” kata Jenny. 

Untuk memberkali para siswa kelas awal supaya tuntas 3M, Dispend  Mimika bekerjasama dengan YP2KP dan UNICEF untuk mengajar dan melatih agar  guru saat mengajar dalam kelas bisa terukur. Terukur artinya, mulai kelas satu,dua dan tiga siswa sudah bisa baca,tulis dan menghitung secara lancar. Itu yang masuk kategori tuntas dikelas awal. Tiap tahun Dispend  tidak kontrak guru terus tapi guru diharapkan dapat mengajar yang terukur dan hasilnya siswa bisa pintar. 

 “Kita tidak bisa kontrak sampai berpuluh-puluh tahun. Kita harus bisa menilai, apa yang kita kerjakan (mengontrak guru) ini benar atau tidak, ada hasilnya atau tidak. Karena hasil akhir dari ini bagaimana anak-anak yang kita ajarkan bisa memahami  3M (membaca, menulis, menghitung,” terang Jenny.

Jenny menjelaskan melalui pelatihan ini salah tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Mimikas. Kualitas mulai dari guru kemudian anak-anak bisa menterjemahkan seua pelajaran yang diperoleh  dan mampu bersaing dengan anak-anak lain dari sekolah lain.   

Salah satu tekad kata Jenny pendidikan di Mimika harus maju gungkapkan, sudah menjadi tugas Dispen untuk pastikan anak-anak di Mimika bisa bersaing den. Maju dari sisi akademik, penguasaan teknologi, dan beriman. Anak-anak didik mulai dari SD harus dibekali dengan ilmu pengetahuan dasar yang kuat.

 “Kita semua bertanggung jawab atas yang kita kerjakan hari ini. Kalau kita punya tekad memajukan pendidikan di daerah ini mari kita semua olah pendidikan mulai dari dasar harus benar-benar kuat. Ssaya tidak mau pendidikan di Timika ini dikelola dengan istilah “yang penting dia lulus”. Saya punya beban moril tersendiri.  jika kita salah mengurus pendidikan, maka ke depannya pendidikan di daerah ini akan rusak berantakan,” kata Jenny.

Jenny menjelaskan pendidikan tidak hnya menjadi tanggung jawab dinas, tapi lebih dari itu gurru yang behadapan langsung dengan siswa paling bertanggungjawab.  Seorang guru  harus paham bahwa pendidikan dan pengajaran satu kesatuan.

 “Kita mengajar juga harus mendidik anak-anak. Jadi harus tahu perkembangan anak didik kita. Sekarang banyak yang mengeritik bahwa  guru-guru sekarang tidak ada hati. Jangan sampai pandangan seperti itu terjadi, mulailah mencintai profesi guru. Karena dari gurulah kita hidup dan dari gurulah anak bangsa ini jadi cerdas, pintar dan beriman.  Cintailah anak-anak murid di kampung-kampung, karena apa yang kita tanam di tanah ini, itulah yang kita panen,” pesan Jenny. 

Tugas Disipend kedepan jelas Jenny, memperbaiki mutu dan kualitas pendidikan, kemudian memperbaik mutu guru. Masih ada guru sampai sekarang masih tidak tahu cara mengajar. Kemudian guru juga punya tugas berat menuntaskan 3 M yang satu dan tugas menuntaskan 3M yang lain yakni mengundang, mengawas dan melayani.

“Kalau guru mengajar baik, manfaatnya akan terlihat pada anak-anak yang kita didik. Karenanya bekerjalah untuk anak murid.  Jika guru mengajar baik, maka anak akan baik. Tapi jika guru tidak mengajar baik, maka anak-anak juga tidak baik,”aak Jenny.  (dzy/tim)

2018 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika