Main Area

Main

PT Freeport, Serikat Pekerja Dan Serikat Buruh Melakukan Penandatanganan PKB XX

TIMIKA, TABUKANews.com - PT. Freeport Indonesia, serikat pekerja dan serikat buruh melaksanakan perundingan sekaligus melakukan penandatanganan PKB XX 2017-2019 di Gedung Multipurpose Kuala Kencana, Rabu (31/1).

Perundingan tersebut hanya berlangsunh sebulan dimana terhitung dari tanggal 2 November hingga 2 Desember lalu di Jakarta. Sebelumnya perundingan PKB  bisa memakan waktu berbulan-bulan. Padahal, untuk pertama kalinya, perundingan PKB XX mewakilkan dua serikat pekerja, yakni PUK SPKEP SPSI PT FI dan PK FPE SBSI PT FI.

Penjabat Presiden Direktur PTFI, Robert C Schroeder dalam sambutannya menyebut proses perundingan PKB XX menunjukkan manajemen maupun serikat pekerja dan serikat buruh berkomunikasi sebagai satu keluarga. Menurutnya, kebersamaan dan kekeluargaan tersebut adalah momentum yang harus terus dijaga hingga perundingan PKB berikutnya, dua tahun depan.

"Saya sangat berbahagia dengan apa yang kita capai sejauh ini, tapi saya lebih tertarik dan bersemangat mengetahui apa yang bisa kita capai di masa depan. Dengan bukti bahwa hal-hal terberat bisa kita lewati, maka itu saya yakin masa depan bisa kita lewati dengan baik," pesan Robert.

Sementara itu EVP Human Resources, Ahmad Didi Ardianto secara agak berlebihan menyebut proses perundingan yang membuahkan PKB XX sebagai peristiwa bersejarah yang layak dirayakan dengan suka cita. Namun hal itu bukan jaminan keberhasilan di masa depan. 

Ia mengatakan butuh kerja keras baik manajemen maupun serikat pekerja menjaga momentum sebagai keluarga besar PT FI. Tugas berat berikutnya, kata Didi, menyosialisasikan dalam waktu singkat isi PKB XX kepada seluruh karyawan PT FI yang kurang lebih berjumlah 7.500 orang.

"Tanpa itu, PKB akan seperti yang selama ini kita katakan, hanya buat ganjal pintu dan bantal. Ini Bukan lagi ngomong saya, tapi kita. Karena PKB dan PHI bukan untuk karyawan saja tapi manajemen juga," kata Didi.

Proses perundingan yang berlangsung singkat, menurut Ketua PUK SPKEP SPSI PT FI, Lukas Saleo, dipacu oleh saling keterbukaan dan percaya antara manajemen PT FI dan serikat pekerja dan serikat buruh Hasilnya, komunikasi selama perundingan berlangsung terbuka dengan didukung penuh oleh pemegang saham PT FI.

Ke depan, ia berharap pihak perusahaan bertindak lebih akrab dan ramah terhadap serikat pekerja, seperti yang telah ditunjukkan selama perundingan PKB XX. "Jangan sampai ada kesan habis manis sepah dibuang," katanya.

Ketua PK FPE SBSI PT FI, Albert Janampa mengibaratkan PT FI selayak kebun yang mesti dijaga dan dirawat agar mendapat hasil baik. Tanggung jawab serikat pekerja dan manajemen menjaga dan merawat kebun sebagai satu keluarga besar menjaga kebun itu.

"Isi dari PKB betul-betul harus kita laksanakan sampai diperbaharui dua tahun ke depan," tegasnya.

Dalam PKB XX, terdapat perubahan perubahan signifikan pada 13 poin. Salah satunya, karyawan pratama akan menerima kenaikan upah pokok sebesar delapan persen. Lima persen kenaikan upah tersebut akan dihitung mundur sejak satu oktober 2017 dengan jumlah total dibayarkan bersamaan dengan pembayaran gaji pada 20 Desember. Sementara tiga persen sisanya akan efektif pada 1 Oktober 2018. (dzy/tim)

2018 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika