Main Area

pesparawi xiii

Main

Proyek Tak Selesai Kontrak, Pemkab Mimika Berikan Penalti Kepada Kontraktor

 

Timika, TabukaNews.com – Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan peringatan keras kepada para kontraktor yang tidak bisa menyelesaikan proyek infrastruktur sesuai kontrak tahun anggaran 2019, akan dikenakan penalti.

Pasalnya proyek-proyek tersebut harus dilakukan perpanjangan waktu (Adendum) untuk penyelesaiannya karena sudah memasuki tahun anggaran 2020. 

Hal itu diungkap Kepala bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mimika, Bonafasius Saleo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/01) bahwa sesuai Peraturan Presiden (Perpres) penambahan waktu selama 50 hari dan dikenakan Penalti yaitu 1/1000 per Mil per item pekerjaan terlambat. 

Sedikitnya tiga jenis proyek pembangunan jembatan, bundaran dan jelan yang akan melakukan penambahan waktu sudah pasti dikenakan penalty, diantaranya  proyek Pembangunan jembatan selamat datang dan jembatam kuburan SP2, kemudian Pembangunan dua proyek bundaran di Petrosea dan Bundaran SP2. Termasuk Pembangunan jalan jalan Cendrawasih, pembangunan jalan Hasanudin Brigif dan pembangunan jalan Hasanudin Irigasi.

"Itu semua kena pinalti dan penambahan waktu karena tidak bisa selesai susuai kontrak. Tapi 50 hari itu kena pinalti juga kena pemotongan," jelas Boni di kantor PUPR Mimika.

Menurut Boni, dengan adanya penambahan waktu 50 hari tersebut pihaknya optimis jika proyek-proyek tersebut bisa selesai sebelum jangka waktu penambahan waktu tersebut selesai, sehingga diperkirakan awal bulan Februari seluruh pekerjaan proyek selesai.

“Mau tidak mau harus selesai kalau tidak ya putus kontrak dan pinalti juga," ungkapnya.

Menambahkan, selain beberapa proyek yang dikenakan penambahan waktu juga ada satu proyek yang diputus kontrak karena masalah tanah yaitu bundaran di bandara baru. Proyek tersebut dihentikan karena sudah lewat dari empat bulan masalah tanah tersebut belum terselesaikan sehingga menghambat pekerjaan.

"Dari awal kami pertanyakan dan kata dinas yang memiliki tanggung jawab aman, tapi setelah kami masuk pemilik tanah palang kiri kanan," ujarnya. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika