Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

Program Subsidi Angkutan Cargo Udara Bertujuan Menyamaratakan Harga Barang Dipedalaman

Dirjen Perhubungan Udara Maria Kristi - Tengah didampingi oleh Kepala UPBU Terminal Bandara Moses Kilangin Asep Soekarjo - Kanan dan Kabid Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal Hari Budianto-Kiri/ foto : DOK

TIMIKA - Tabukanews.com Dengan dilakukannya penerbangan perdana subsidi angkutan  Cargo Udara udara Cargo dari Timika ke Wamena oleh Kementrian Perhubungan RI pada Rabu (4/4) di Bandara Moses Kilangin Timika bertujuan untuk menyamakan atau menyamaratakan harga barang yang ada di pedalaman Papua.

“Program angkutan cargo udara adalah dalam rangka mendukung program Konektivitas Tol laut dengan Jembatan Udara yang dilaksanakan oleh  Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan Republik Indonesia  untuk melayani kebutuhan di daerah yang sulit dijangkau yang merupakan program dari Presiden RI Ir. Joko Widodo tujuan Timika-Wamena pulang pergi.Pemerintah mensubsidi dengan nol pembayaran cargo,”tegas Dirjen Angkutan Udara  Kementrian Perhubungan RI Maria Kristi saat ditemui usai penerbangan perdana di kantor UPBU Bandara Moses Kilangin.

Ia menjelaskan, tujuan dilakukan jembatan udara untuk menyamaratakan harga barang antara kota-kota di wilayah Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian Timur atau daera h yang sulit dijangkau sehingg membuat harga kebutuhan pokok melambung tinggi.

"Dengan tujuan untuk menekan harga disana," jelasnya.Kristi mengungkapkan, maskapai Trigana akan melayani penerbangan dua kali dalam seminggu. Dalam sekali penerbangan pesawat tersebut bisa mengangkut kebutuhan pokok dengan kapasitas 14 ton,”katanya.

Selain itu Kristi juga mengungkapkan, pihaknya siap mengangkut kebutuhan pokok yang disediakan oleh Disperindag Kabupaten Wamena. Sebab biaya pengangkutan tersebut 100% telah di subsidi oleh Pemerintah. Oleh sebab itu pengangkutan dengan harga nol rupiah.

"Untuk barangnya dari disperindag Kabupaten Wamena dan kita tinggal mengangkut saja. Subsidi 100% ditanggung oleh Pemerintah pusat dengan biaya 0 rupiah," ungkapnya.

Dirinya berharap dengan adanya jembatan udara, bisa menjawab kebutuhan masyarakat yang ada di kabupaten-kabupaten yang sulit dijangkau sesuai dengab pesan Presiden RI Ir. Joko Widodo sila kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika