Main Area

Main

Program Smart City Belum Diterapkan Maksimal di Mimika

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob/Foto:Tim

Timika,TabukaNews.Com-Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menilai program smart city belum diterapkan maksimal di Kabupaten Mimika lantaran belum semua organisasi perangkat daerah/OPD serius memberikan perhatian terhadap hal itu.

Saat memberikan sambutan pada acara kegiatan pengkajian sistem informasi sekaligus launching website resmi Pemkab Mimika "www.mimikakab.go.id bertempat di Hotel Horison Timika, Rabu, John mengatakan Mimika merupakan salah satu dari 100 kabupaten/kota pertama di Indonesia yang menjadi pilot project program smart city pada 2017-2018.

"Mimika masuk urutan 24 se-Indonesia dalam hal kesiapan penerapan program smart city. Namun kadang-kadang teman-teman dari OPD-OPD kurang menanggapi atau memberi perhatian serius terhadap hal ini," katanya.

Wabup mengatakan kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai daerah pelaksana program smart city setiap tahun akan dievaluasi oleh Kementerian Kominfo. Tahun ini evaluasi akan dilakukan pada bulan November mendatang.

Menurut orang nomor dua di Mimika itu, smart city tidak hanya mencakup penyediaan teknologi komunikasi dan informasi beserta perangkat aplikasinya saja, tetapi juga menyangkut regulasi atau kebijakan.

Sebagai contoh, katanya, dalam hal pembuatan surat perizinan, akte, pembayaran pajak dan retribusi daerah dan lainnya bisa dibuatkan aplikasi berbasis teknologi informasi sehingga mempercepat waktu pelayanan terhadap masyarakat.

"Untuk pembuatan akte kelahiran anak saja masyarakat bisa mengurus sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu baru kelar. Padahal hal-hal itu bisa dibuat hanya beberapa jam selesai. Demikianpun dalam hal pembuatan perizinan di Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu/PTSP bisa dilakukan hanya dalam waktu dua jam. Jadi, kebijakan-kebijakan yang sifatnya smart itulah bagian dari program smart city dengan tujuan memudahkan dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat, bukan malah dipersulit," kata mantan Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika itu.

Melalui berbagai program yang bersifat smart tersebut, katanya, juga akan mendorong pertumbuhan iklim investasi di Kabupaten Mimika.

"Kalau pelayanan kita cepat, dibuat lebih mudah, tidak memberatkan, tentu orang-orang yang punya uang akan datang ke Timika untuk menanamkan investasinya. Tapi kalau pelayanan yang kita berikan membuat mereka pusing dan mengeluarkan biaya yang sangat mahal, sudah tentu investor akan lari semua dari Timika," kata John.

Ia berharap kehadiran website Pemkab Mimika "Mimikakab.go.id" yang dikelola oleh Diskominfo berperan penting menjadi media penyebarluasan informasi terhadap semua program dan kegiatan dari berbagai OPD di lingkungan Pemkab Mimika, juga mengangkat potensi dan keunggulan yang dimiliki Mimika di semua sektor agar menarik minat investor guna menanamkan investasinya di Bumi Amungsa-Tanah Kamoro. (Tim) 

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika