Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Program Jembatan Udara Jokowi Tekan Disparitas Harga Di Pedalaman Papua

Foto bersama saat pengangkutan kebutuhan pokok ke dalam pesawat boeing Trigana Air/Foto: Tim/Tabukanews.com

Timika, Tabukanews.com - Kementrian Perhubungan melalui Direktorat Jendral Perhubungan Udara bekerjasama dengan kementrian perdagangan, penyedia barang dan pihak maskapai untuk mensuplai Kebutuhan pokok bagi masyarakat. Hal tersebut bertujuan untuk menekan disparitas harga kebutuhan pokok yang tinggi di pedalaman Papua.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Mosez Kilangin Timika Ambar Suryoko mengatakan, jembatan udara yang dilaksanakan merupakan program berkelanjutan Nawacita Presiden Joko Widodo dengan tujuan untuk menekan disparitas harga kebutuhan pokok antara kota dan pedalaman.

Jadi memang ini program dari presiden kita agar Nawacita ada ditengah masyarakat, program yang berkelanjutan dan sudah dimulai ditahun sebelumnya dengan maksud untuk menekan disparitas harga diantara kota dengan pedalaman," kata Ambar ketika ditemui di bandara Mosez Kilangin Titik, Kamis (15/8).

Ia menjelaskan, pengiriman logistik akan dilakukan tiga kali dalam seminggu denfan rute Timika-Wamena-Yahukimo yang akan dimulai sejak tanggal 15. Tidak hanya itu, sejak bulan Februari tahun 2019, telah ada rute pengiriman perintis dan penumpang ke beberapa wilayah di pegunungan papua menggunakan dua jenis pesawat, baik caravan maupun pilatus.

"Untuk rutenya Timika, Wamena, dan Yahukimo tiga kali dalam seminggu. Selain itu ada juga yang ke pedalaman lain juga ada dan kita sudah lakukan dari bulan februari," jelasnya.

Ia mengungkapkan, program jembatan udara tersebut dinilainya sangat efektif karena telah terjadi penurunan harga yang signifikan seperti kebutuhan pokok, bahan bangunan dan BBM. Salah satu contoh harga satu sak semen dulunya seharusnya Rp 2,5 juta, setelah jembatan udara berjalan terjadi penurunan yang signifikan menjadi Rp 400 ribu per sak

"Sangat efektif karena kita lihat dari teman-teman Disperindag dan penyedia barang bahwa terjadi perubahan harga yang signifikan," ungkapnya.

Sementara itu Penyedia barang dari CV Ninurakur Wolter Benny Hesegem mengatakan, dirinya mewakili masyarakat pedalaman Papua berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang mana selalu memprioritaskan Papua melalui program jembatan udara yang telah menekan disparitas harga di pedalaman Papua, seperti Mugi, Kenyam dan Mapenduma.

"Kami berterima kasih kepada Presiden Jokowi, sudah mau lihat kami masyarakat Papua," kata Wolter saat ditemui di Bandara Mosez Kilangin Timika, Kamis (15/8).

Ia menjelaskan, jembatan udara yang saat ini berjalan dan diawasi langsung oleh Kementrian perdagangan melalui Disperindag, sehingga barang yang dikirim ditentukan langsung oleh pemerintah, sehingga tidak ada distributor yang bisa memainkan harga, selain itu, akan ada laporan bulanan dari penyedia barang kepada pihak Disperindag dan Kementrian untuk memantau kebutuhan pokok yang disuplai.

"Kami bersyukur harga semen yang sudah ditentukan oleh pemerintah sudah diturunkan harga dan diawasi langsung oleh pemerintah, dan setiap bulannya kami laporkan ke Disperindag dan Kementrian Perdagangan," jelasnya.

Dirinya berharap, agar kedepan jumlah kebutuhan pokok yang dikirim bisa lebih banyak, dan sebisa mungkin di jalankan pada awal tahun, tidak seperti yang dilaksanakan kali ini saat sudah menjelang akhir tahun..

"Kami berharap, kedepan muatannya bisa ditingkatkan dan tahun depan kalau bisa lebih awal dari tahun ini yang mulai dari bulan agustus," harapnya.

Manager Trigana Air Bustomi Eka Prayitno mengatakan, pihak Trigana menyiapkan satu armada pesawat untuk melayani pengiriman kebutuhan pokok yang akan disesuaikan dengan jadwal yaitu pada setiap hari Kamis, Jumat, Sabtu menggunakan pesawat boeing dengan kapasitas 14 ton

"Untuk jumlah armadanya tergantung schedule yang ada pada kami," kara Bustomi. (Tim).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika