Main Area

Main

Polsek Miru Press Release Sajam, Tersangka di Jerat UU Darurat

foto: pelaku beserta BB yang digelar Press Release di Mapolsek Miru / Dok.Tabukanews.com

Timika, Tabukanews.com -  Polsek Miru menggelar Press Release terkait kasus kepemilikan Senjata Tajam (Sajam) yang berlangsung di halaman Mapolsek Miru, Selasa (4/9).

Hadir dalam Press Release tersebut Kapolsek Miru AKP Pilomina Ida Waymramra SE, S. IK, Kadistrik Miru Drs. Ananias Faot M. Si, Wakapolsek Miru Iptu Hari Katang, Kanit Reskrim Polsek Miru Andi Suhidin, SH, Tomas Atimus Komangal, Pendeta Lukas Hagabal, Pendeta Isak Hagabal.

Kapolsek Miru AKP Pilomina Ida Waymramra SE, S. IK dalam Press Release mengatakan, pada kesempatan tersebut pihak Polsek Miru menggelar Press Release terkait kepemilikan senjata tajam yang disita dari tangan 9 tersangka dan hasil sitaan sepanjang tahun 2018 (Januari hingga akhir Agustus) yang berjumlah 251 busur, 3 ribu buah anak panah, dan 6 buah parang.

"Hari ini kita menggelar Press Release terkait kepemilikan sajam yang diamankan dan disita sepanjang tahun 2018 di distrik Kwamki Narama," kata Kapolsek Miru di halaman Mapolsek Miru, Selasa (3/9).

Kapolsek menjelaskan, sembilan tersangka berinisial RM alias UM, KK, TO, TW, MW, YK, EM, WK, PAK, diprosesrkan Laporan Polisi :  LP/ 392/ VIII/ 2018/ Res Mimika pada tanggal 04 Juli 2018, LP/ 394/ VIII/ 2018/ Res Mimika pada tanggal 06 Juli 2018, LP/ 410/ VIII/ 2018/ Res Mimika pada tanggal 17 Juli 2018, LP 436/ VIII/ 2018/ Res Mimika pada tanggal 05 Agustus 2018, LP 455/ VIII/ 2018/ Res Mimika pada tanggal 15 Agustus 2018 di 4 lokasi berbeda.

Ia menambahkan, mereka ditangkap pada beberapa lokasi berbeda yakni di depan RSUD Mimika dan 3 lokasi lainnya di wilayah Distrik Kwamki Narama dan dari beberapa lokasi tersebut. Kasus dengan nomor LP: LP/ 392/ VIII/ 2018/ Res Mimika pada tanggal 04 Juli 2018 sudah masuk tahap I.

"Mereka diproses hukum setelah diamankan di beberapa lokasi berbeda di Timika, berdasarkan laporan polisi yang dibuat," jelasnya.

Mereka dikenakan UU Darurat nomor 12 tahun 1951  tentang kepemilikan senjata tajam dengan ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

"Kami jerat dengan UU darurat," tegasnya.

Sementara itu Kadistrik Miru Drs. Ananias Faot M. Si mengatakan, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat di distrik Miru agar tidak selalu melakukan aktivitas dengan membawa Sajam, sehingga menimbulkan ketakutan terhadap warga lain.

"Saya himbau kepada warga Miru dan distrik Kwamki Narama untuk tidak.membawa Sajam dalam bentuk apapun, saya juga berharap dalam Press Release bukan hanya untuk masyarakat Papua tapi seluruh masyarakat yang ada di Wilkum Miru agar tidak membawa saja dalam bentuk apapun sehingga bisa memberikan kenyamanan," kata Kadistrik.

Usai Press Release dilangsungkan dengan pemusnahan BB dengan cara dibakar di halaman Polsek Miru. (Rfl).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika