Main Area

Main

Polres Mimika Rilis Kasus Curas di Toko Grasia

Foto Kasat Reskrim Polres Mimika bersama Anggota Reskrim Menggelar Press Release di halaman Sentra Pelayanan Polres Mimika / Dok Tabukanews.com

Timika, Tabukanews.com - Sat Reskrim Polres Mimika merilis tindak pidana Pencurian Dengan Kekerasan (Curas) yang dilakukan oleh tiga orang tersangka berinisial HS, AK, dan R di sebuah toko Sembako di jalan Cendrawasih terhadap korban Robert dan istri dan ibunya, Sabtu (25/8).

Hadir dalam Press Release tersebut, Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Anantha Pratama, Kasi Humas Polres Mimika Aiptu Hempi Ona, personel Polres Mimika dan kedua tersangka berdasarkan LP laporan Polisi LP nomor: 485/VI/2018/Papua/Tes Mimika pada tanggal 24 Juni 2018.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Anantha Pratama dalam Press Release tersebut mengatakan, hari ini pihaknya menggelar Press Release terkait tindak pidana Curas yang terjadi di jalan Cendrawasih tepatnya di toko Grazia pada hari Sabtu (23/8) dengan tersangka HS, AK dan R.

"Kasus pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh 3 orang diantaranya HS, AK, dan R yang saat ini menjadi DPO," kata Kasat Reskrim.

Kasat menjelaskan, berdasarkan keterangan dari tersangka, ketiganya baru pertama kali melakukan aksinya karena faktor ekonomi lantaran tidak memiliki uang untuk pulang kampung ke Dobo.

"Mereka melakukan aksinya disebuah toko sembako di jalan cendrawasih pada tanggal 23 Juni 2018 lalu di toko Grasia (toko sembako) dimana yang bersangkutan ini baru pertama kali melakukan aksinya dan tidak segan-segan untuk melakukan tindak kekerasan terhadap korban," jelasnya.

Sebelumnya melakukan aksinya pada malam hari. Mereka memantau aktivitas berulang kali dengan cara berbelanja di toko tersebut baik aktivitas didalam rumah maupun di luar toko.

"Sebelum melakukan aksinya mereka memutari toko itu sebanyak tiga kali dengan berpura-pura berbelanja sambil memantau situasi didalam dan luar toko," terangnya.

Saat malam tiba mereka melakukan aksinya menggunakan topeng dan memanjat pagar di belakang rumah sambil menunggu apabila ada aktivitas dibelakang rumah. Tidak berselang beberapa lama ibu Korban membuka pintu belakang dan hendak melakukan sesuatu tiba-tiba ketiga tersangka menangkap korban dan menyekapnya diruangan dibelakang rumahnya menggunakan lakban untuk menutup mulutnya dan mengikat korban menggunakan tali yang dibawa tersebut.

"Pada malam hari ketiga tersangka memakai topeng melompat pagar dibelakang rumah dan masuk melalui pintu belakang pada saat mertua Teresia sempat membuka pintu belakang," kata Kasat.

Lanjut Kasat, selanjutnya ketiga tersangka bergegas masuk ke dalam kamar dan mendapati korban bersama istrinya dan langsung menyekap kkeduanya, dan menggasak perhiasan milik korban beserta uang senilai Rp 30 juta dan nyaris memerkosa istri korban.

"Setelah mereka menuekap mertua Teresia kemudian masuk kedalam rumah dan mendapati korban bersama istrinya, ketiga tersangka mengambil uang senilai Rp 30 juga ditambah dengan berlian. Hasil pencurian itu akan mereka gunakan untuk berangkat ke Dobo," lanjutnya.

Selanjutnya ketiga tersangka melarikan diri, pada dinihari para karyawan korban yang hendak masuk kerja mendapati korban dalam kondisi disekap, sehingga dibantu untuk melepaskan ikatan tersebut kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian.

Pada keesokan harinya, Tersangka HS berhasil ditangkap setelah meminta keterangan saksi dan bukti yang ditemukan di TKP berupa celana panjang, satu buah jaket, sari lilitan lakban yang digunakan untuk menyimpan korban yang masih ada rambut korban, satu buah sangkur yang sudah tidak ada isinya.

Sedangkan AK dan R berhasil kabur menggunakan kapal laut dengan tujuan Dobo. Setelah dimintai keterangan dari HS kemudian Sat Reskrim Polres Mimika berkoordinasi dengan Polres Dobo untuk melakukan pengejaran terhadap kedua korban. Alhasil AK berhasil dibekuk Polisi sedangkan R hingga kini masih buron.

"Pada tanggal 26 Juni tersangka HS ditangkap setelah dilakukan pengembangan, sedangkan AK ditangkap di Dobo setelah berkoodinasi dengan Polres Dobo, sedangkan R masih DPO," jelas Kasat.

berdasarkan tindak pidana yang dilakukan oleh ketiga tersangka, ketiga diancam dengan pasal 365 pencurian dengan kekerasan dengan aman 20 tahun penjara

"Mereka dikenakan pasal 365 Pencurian dengan kekerasan dengan ancaman 20 tahun penjara," tegasnya. (Rfl).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika